Pemakaian Rempah untuk Membumbui Masakan Bisa Kurangi Asupan Garam

Pemakaian Rempah untuk Membumbui Masakan Bisa Kurangi Asupan Garam

- detikFood
Kamis, 20 Mar 2014 13:01 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Mengurangi asupan garam tidak mudah dilakukan karena garam memberi rasa gurih yang enak di lidah. Peneliti di Amerika menemukan bahwa penambahan bumbu berupa rempah dan daun dapat memberi rasa enak yang sehat.

Peneliti dari University of California San Diego menemukan bahwa tambahan rempah lebih efektif mengurangi asupan garam. Penelitian ini ditampilkan pada American Heart Association’s Epidemiology & Prevention/Nutrition, Physical Activity & Metabolism Scientific Sessions 2014 di San Francisco.

Dalam fase awal studi tersebut, 55 relawan diminta mengonsumsi diet rendah sodium selama empat minggu. Garam menjadi sumber utama sodium pada makanan itu. Lebih dari 60 persen partisipan pada penelitian memiliki tekanan darah tinggi. Hampir seperlima menderita diabetes dan kegemukan.

Pada fase kedua, separuh dari relawan berpartisipasi dalam intervensi perilaku yang bertujuan mengurangi asupan sodium sebesar 1.500 mg per hari melalui penggunaan rempah dan herba. Sisa relawan mengurangi sodium dengan cara mereka sendiri, tanpa intervensi perilaku.

Kelompok dengan intervensi perilaku mendapat demonstrasi memasak dan kesempatan berbagi cara mengubah resep tradisional untuk menghilangkan garam dan menggantinya dengan rempah. Peneliti tidak menekankan jenis rempah tertentu sehingga mendukung partisipan mencoba jenis rempah berbeda untuk menemukan apa yang paling disukai.

Peneliti kemudian menemukan pada fase pertama asupan sodium berkurang dari rata-rata 3,450 mg per hari menjadi rata-rata 1.656 mg per hari. Sedangkan pada fase kedua asupan sodium menurun dalam kedua kelompok. Namun kelompok yang mendapat intervensi perilaku mengonsumsi rata-rata 966 mg sodium per hari, lebih sedikit dari kelompok tanpa intervensi.

Penelitian baru ini menemukan bahwa orang yang diberi saran bagaimana memberi rempah dan membumbui makanan dengan tepat akan mengurangi asupan garam per hari sampai separuh dari sebelumnya.

Cheryl Anderson, ketua penelitian dan profesor di Department of Family and Preventive Medicine University of California San Diego mengatakan bahwa membantu masyarakat memasak dengan cara berbeda memudahkan mereka mengatur pola makan.

“Partisipan di kelompok intervensi, belajar strategi menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar menggunakan herba dan rempah dalam resep, bagaimana budaya mempengaruhi pilihan rempah, bagaimana memantau diet, cara mengatasi rintangan dalam membuat perubahan diet, bagaimana memilih dan memesan makanan saat makan di luar serta bagaimana membuat asupan rendah sodium menjadi permanen,” jelas Anderson seperti diberitakan Daily Mail (20/03/2014).

Banyak orang tidak sadar akan efek dari penggunaan rempah dan bumbu penyedap yang tepat dalam makanan. Kebanyakan hanya bergantung pada garam sehingga meningkatkan asupan sodium. Kecenderungan untuk konsumsi makanan tinggi garam muncul karena teknik memasak yang tidak tepat dari generasi ke generasi.


Blood Presure UK juga menganjurkan pada masyarakat Inggris agar tidak menambah garam saat memasak, termasuk juga soy sauce, bubuk kari, dan kaldu blok yang sangat tinggi kandungan garamnya. Pemakaian garam secara berlebihan menjadi penyebab tekanan darah tinggi yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.

Menurut juru bicara Blood Pressure UK, untuk penyedap rasa makanan dapat memakai rempah, lemon, jeruk nipis, cabai, jahe, atau herba yang dapat mengurangi pemakaian garam. Awalnya makanan mungkin akan terasa hambar tanpa garam, namun dalam beberapa minggu lidah akan beradaptasi dengan rasa.

“Jika benar-benar harus menyantap makanan gurih, Anda dapat mencoba menggunakan sejumlah kecil garam rendah sodium sebagai penggantinya,” tambah juru bicara Blood Pressure UK.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads