Konsumsi Gorengan Lebih Berisiko Kegemukan pada Pemilik Gen Obesitas

Konsumsi Gorengan Lebih Berisiko Kegemukan pada Pemilik Gen Obesitas

- detikFood
Rabu, 19 Mar 2014 13:49 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Seringkali setelah mengonsumsi makanan gorengan, muncul perasaan menyesal karena khawatir berat badan naik. Namun, menurut ternyata pemilik genetik gemuk lebih mudah gemuk jika menyantap gorengan.

Orang yang mengonsumsi terlalu banyak makanan digoreng memiliki kemungkinan dua kali lipat menjadi gemuk jika mereka ada kecenderungan genetik untuk obesitas. Hal ini disampaikan oleh ilmuwan kesehatan masyarakat dari Harvard School of Public Health.

Mutasi gen yang terkait dengan obesitas sudah dikenal selama beberapa waktu. Akan tetapi belum ada kejelasan bagaimana genetik berinteraksi dengan pola makan untuk menentukan risiko kenaikan berat badan. Untuk pertama kalinya para ahli melihat interaksi antara genetik obesitas, berat badan dan kelompok makanan tertentu.

Para peneliti di Harvard School of Public Health menganalisis data melalui tiga uji kesehatan utama. Dalam kelompok studi besar terdiri dari 37.000 partisipan pria dan wanita. Masing-masing partisipan diberikan skor risiko obesitas berdasarkan genetiknya kemudian dikomparasi dengan konsumsi gorengan dan body mass index (BMI).

Hasilnya ditemukan bahwa diantara partisipan yang menyantap gorengan lebih dari empat kali seminggu, dapat memberi pengaruh ke BMI dua kali lipat lebih tinggi bagi mereka dengan skor risiko genetik tertinggi dibandingkan dengan pemilik skor risiko genetik terendah.

Konsumsi makanan ini satu sampai dua kali seminggu juga meningkatkan risiko kegemukan bagi pemilik kecenderungan genetik obesitas.Para ahli lalu menyimpulkan bahwa genetik dapat mengembangkan efek buruk dari pola makan yang tidak tepat.

โ€œTemuan kami menekankan pentingnya mengurangi konsumsi gorengan guna mencegah obesitas, terutama pada orang yang memiliki kecenderungan genetik itu,โ€ sebut Lu Qi, asisten profesor dari Harvard Scool of Public Health, seperti dilansir dari Daily Mail (19/03/2014).

Alexandra Blakemore, profesor molecular genetic di Imperial College London, mengatakan bahwa studi ini menunjukkan bukti formal mengenai interaksi antara skor risiko genetik dan lingkungan dalam obesitas.

Pasien dengan kecenderungan genetik obesitas seharusnya diketahui oleh dokter. Mereka kemungkinan tidak responsif terhadap diet dan banyak berolahraga.Studi ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal hari ini (19/03).

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads