Hati-hati, Konsumsi Cabai Berlebihan Picu Diare dan Asma

Ulasan Khusus: Sambal

Hati-hati, Konsumsi Cabai Berlebihan Picu Diare dan Asma

- detikFood
Selasa, 11 Mar 2014 18:02 WIB
Hati-hati, Konsumsi Cabai Berlebihan Picu Diare dan Asma
Foto: Getty Images
Jakarta - Komponen yang menyebabkan cabai terasa pedas adalah capsaicin. Selain menambah nafsu makan, penelitian menunjukkan beragam manfaat mengonsumsi cabai dan makanan pedas. Namun, kalau dikonsumsi berlebihan, efeknya bisa jadi tak nyaman atau bahkan membahayakan.

Di China, ada kasus lambung bolong usai mengonsumsi kuah super pedas. Belum lama ini juga beberapa tamu Cut The Crab masuk rumah sakit, yang diyakini pemilik restoran adalah akibat memakan bumbu yang terlalu pedas.

Sebaiknya jangan konsumsi sambal dan makanan pedas berlebihan, atau Anda akan mengalami efek buruk seperti yang disebutkan Livestrong (03/02/2014) ini:

Foto: Getty Images

1. Masalah mulut

Foto: Getty Images
Sebelum capsaicin masuk ke sistem tubuh, zat ini melewati mulut dan bisa menyebabkan berbagai masalah. Capsaicin terasa menyengat di selaput lendir dan bisa membakar indra pengecap.

1. Masalah mulut

Foto: Getty Images
Sebelum capsaicin masuk ke sistem tubuh, zat ini melewati mulut dan bisa menyebabkan berbagai masalah. Capsaicin terasa menyengat di selaput lendir dan bisa membakar indra pengecap.

2. Masalah pencernaan

Foto: Getty Images
Panas capsaicin bisa menyebabkan reflux (asam lambung naik ke kerongkongan) dan heartburn (rasa seperti terbakar di dada) saat cabai sampai ke lambung dan berinteraksi dengan asam lambung. Hal ini juga bisa menyebabkan mual.
Capsaicin bisa memperparah namun tak menyebabkan maag (ulcer). Saat cabai lewat dan keluar dari sistem tubuh, cabai bisa menyebabkan diare yang menyakitkan dan terasa panas. Semakin banyak makan cabai, semakin tinggi risiko hal ini terjadi.

2. Masalah pencernaan

Foto: Getty Images
Panas capsaicin bisa menyebabkan reflux (asam lambung naik ke kerongkongan) dan heartburn (rasa seperti terbakar di dada) saat cabai sampai ke lambung dan berinteraksi dengan asam lambung. Hal ini juga bisa menyebabkan mual.
Capsaicin bisa memperparah namun tak menyebabkan maag (ulcer). Saat cabai lewat dan keluar dari sistem tubuh, cabai bisa menyebabkan diare yang menyakitkan dan terasa panas. Semakin banyak makan cabai, semakin tinggi risiko hal ini terjadi.

3. Asma

Foto: Getty Images
Dalam jumlah yang cukup banyak, cabai bisa memicu serangan asma pada penderitanya dengan menyebabkan saluran udara mengejang. Berbahaya jika tak ada inhaler atau obat di sekitar penderita. Kalau Anda memiliki masalah paru-paru, sebaiknya jauhi cabai. Namun, kalau tak sengaja mengonsumsi cabai, antihistamine terkadang bisa membantu.

3. Asma

Foto: Getty Images
Dalam jumlah yang cukup banyak, cabai bisa memicu serangan asma pada penderitanya dengan menyebabkan saluran udara mengejang. Berbahaya jika tak ada inhaler atau obat di sekitar penderita. Kalau Anda memiliki masalah paru-paru, sebaiknya jauhi cabai. Namun, kalau tak sengaja mengonsumsi cabai, antihistamine terkadang bisa membantu.

4. Panas di mata dan kulit

Foto: Getty Images
Tak semua masalah yang disebabkan oleh cabai bermuara dari konsumsinya. Kalau cabai mengenai mata, rasanya sangat perih dan Anda bisa mengeluarkan banyak air mata. Hindari menggosok mata saat Anda sedang berkontak dengan makanan yang mengandung capsaicin.
Menggunakan sarung tangan juga bisa melindungi kulit dari reaksi menyengat seperti terbakar matahari jika terkena cabai.

4. Panas di mata dan kulit

Foto: Getty Images
Tak semua masalah yang disebabkan oleh cabai bermuara dari konsumsinya. Kalau cabai mengenai mata, rasanya sangat perih dan Anda bisa mengeluarkan banyak air mata. Hindari menggosok mata saat Anda sedang berkontak dengan makanan yang mengandung capsaicin.
Menggunakan sarung tangan juga bisa melindungi kulit dari reaksi menyengat seperti terbakar matahari jika terkena cabai.
Halaman 2 dari 10
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads