Dampak negatifnya menyebabkan kanker, yaitu penyakit mematikan yang umumnya menimpa para perokok. Menurut Fox News (05/03/2014), hasil studi tim peneliti University of Southern California menunjukkan, konsumsi protein hewani dalam jumlah tinggi dapat merugikan kesehatan seseorang. Temuan ini telah diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism.
Peneliti menjelaskan, protein hewani akan meningkatkan kadar hormon pertumbuhan IGF-1 dalam tubuh manusia. Pada anak-anak, IGF-1 berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Namun pada orang dewasa, tingginya kadar hormon ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terserang kanker dan penyakit lainnya yang berkaitan dengan usia.
Penulis penelitian, Vance Longo dan timnya melakukan studi untuk menganalisis dampak konsumsi protein hewani terhadap kematian. Peneliti menggunakan data dari 6.381 orang dewasa di atas usia 50 yang tercatat dalam Survei Pemeriksaan Gizi dan Kesehatan Nasional (NHANES) di Amerika Serikat.
Peneliti lalu membagi populasi ke dalam tiga kelompok. Pertama, mereka yang mendapatkan 20 persen kalori harian dari konsumsi protein. Kedua, mereka yang mendapatkan 10-19 persen kalori harian dari konsumsi protein. Ketiga, mereka yang mendapatkan kurang dari 10 persen kalori harian dari konsumsi protein.
“Kami melihat perbedaan besar pada penurunan angka kematian secara keseluruhan (termasuk kanker dan diabetes) dari mereka yang mengonsumsi protein dalam jumlah sedikit,” ujar Longo.
Secara keseluruhan, orang yang mengonsumsi diet tinggi protein memiliki empat kali risiko lebih mungkin meninggal akibat kanker. Sementara itu, 74 persen lebih mungkin meninggal akibat penyebab apapun selama masa studi dibanding orang yang mengonsumsi diet rendah protein.
Lalu bagaimana dengan konsumsi protein nabati yang didapat dari kacang-kacangan? Peneliti mengatakan, orang yang mengonsumsi diet tinggi protein nabati juga mengalami peningkatan risiko kematian hingga tiga kali lipat karena kanker. Namun data tentang peningkatan angka kematian secara keseluruhan tidak jelas.
“Tiap protein nabati memiliki profil asam amino yang berbeda. Beberapa diantaranya dapat mengurangi IGF-1, namun jenis lainnya dapat meningkatkan proses penuaan dan penyakit yang berkaitan dengan usia,” ujar Longo.
Longo menjelaskan, manusia perlu mendapat 9-10 persen kalori harian mereka dari konsumsi protein. Atau 0,36 gram untuk tiap 0,45 kg berat badan seseorang.
Bagi mereka yang masih mengonsumsi protein hewani terlalu banyak, Longo memperingatkan mereka bisa menempatkan diri pada banyak risiko seperti jika mereka merokok. “Angka kematian kanker pada orang yang mengonsumsi diet tinggi protein lebih tinggi dibanding para perokok saat ini,” pungkas Longo.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN