Dikutip dari The Daily meal (04/03/2014), pada studi tahun 2012 menunjukkan bahwa jumlah sperma pria Prancis turun sekitar 30 persen antara tahun 1989 dan 2005. Hasil paling ekstrim terjadi di daerah Aquitaine dan Midi Pyre;ne;es. Mereka adalah dua daerah yang memproduksi wine terbesar di Prancis.
Meskipun, dalam hasil penelitian jumlah sperma mereka menurun, menurut peneliti pria di daerah tersebut tampak sehat dibanding pria di daerah lain. Tingkat obesitas, konsumsi alkohol dan tembakau sama dengan laki-laki di daerah pertanian lain. Karenanya peneliti beranggapan mungkin ada hubungannya dengan cara mereka dalam memproduksi wine.
Hampir semua masyarakat di daerah ini bekerja sebagai petani. Peneliti mengatakan paparan pestisida selama bertani bisa menjadi penyebab dalam menurunnya produksi sperma.
Menurut seorang ilmuwan Dr Joëlle Le Moal, di The Health Watch Institute and the National Institute of Health and Medical Research, bahan kimia yang terkandung dalam pestisida dapat mengganggu hormon yang dapat memiliki efek negatif pada produksi sperma.
"Budidaya anggur merupakan kegiatan yang paling sering menggunakan pestisida," tutur peneliti Joëlle Le Moal. Dua wilayah tersebut bisa menjadi kontributor lokal karena pestisida yang mereka gunakan dalam budidaya anggur.
Para peneliti menunjukkan bahwa pria di daerah penghasil wine dari Burgundy dan Loire Valley, tidak menunjukkan hasil yang cukup signifikan dalam penurunan jumlah sperma seperti yang ada di Aquitaine dan Midi Pyre;ne;es.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN