Warga Amerika Kini Tidak Lagi Minum Orange Juice Saat Sarapan

Warga Amerika Kini Tidak Lagi Minum Orange Juice Saat Sarapan

- detikFood
Selasa, 04 Mar 2014 06:21 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sejak lama orange juice (OJ) menjadi minuman wajib warga Amerika saat sarapan. Namun kini warga Amerika tidak lagi. Karena harga OJ yang semakin mahal, kebiasaan sarapan yang menurun, dan mereka mulai menghindari minuman tinggi gula.

Tahun ini, Quartz (03/03/2014) membeberkan beberapa fakta terkait pudarnya popularitas OJ di kalangan warga Amerika. Menurut Nielsen, penjualan OJ terus menurun tiap tahunnya dalam sepuluh tahun terakhir. Sementara itu, konsumsi OJ per-kapita menurun hingga 40 persen.

Tahun lalu, Florida Department of Citrus mengungkapkan faktor utama yang menyebabkan warga Amerika lebih sedikit mengonsumsi OJ adalah harganya yang semakin mahal. Sejak tahun 1998, lembaga ini mencatat harga satu galon OJ sudah lebih mahal 1.5 dollar selama sepuluh tahun terakhir.

Kenaikan harga ini dipicu oleh adanya hama Citrus Greening yang menyerang perkebunan jeruk negara bagian Florida pada tahun 2005. Mengingat Florida adalah salah satu pemasok jeruk terbesar di Amerika, maka kehadiran hama ini sangat mempengaruhi ketersediaan jeruk di seluruh Amerika.

“Ini adalah masalah paling buruk yang pernah dihadapi industri perkebunan jeruk. Pada tahun tersebut, jumlah pohon yang rusak jauh lebih banyak dari pada jumlah pohon yang ditanam,” ujar Matt Salois, Kepala Ekonom di Florida Department of Citrus.

Dengan pasokan jeruk yang semakin menyusut bukan tidak mungkin OJ akan menjadi minuman mewah. Quartz memperkirakan harga satu kotak jeruk yang bernilai 7.96 dollar pada tahun 2012 akan merangkak menjadi 11.92 dollar pada tahun 2022.

Faktor kedua yang menyebabkan OJ tidak lagi dikonsumsi warga Amerika ialah kebiasaan sarapan mereka yang cenderung menurun. Data National Health and Nutrition Examnination Surveys menunjukkan, tahun 1971 sebanyak 89 persen orang dewasa Amerika mengonsumsi sarapan. Namun pada tahun 2002, angka ini menurun sebanyak 82 persen dan terus menurun hingga saat ini.

“Kini semakin banyak konsumen muda yang menyingkirkan OJ dari menu sarapan mereka. Dan ini adalah masalah besar bagi industri OJ,” ujar Salois.

Sedangkan faktor ketiga penyebab OJ tidak lagi diminum adalah pola makan warga Amerika yang kini menghindari konsumsi gula dalam jumlah tinggi. Seperti diketahui, produsen OJ kemasan telah menggembar-gemborkan label ‘fresh’ pada produk mereka. Namun nyatanya, beberapa bahan kimia dan gula tambahan juga disertakan dalam OJ.

Apakah jus jeruk akan benar-benar hilang dari meja sarapan warga Amerika dan menjadi minuman yang sangat mahal? Kita lihat saja nanti!

(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads