Kandungan Nutrisi ASI untuk Bayi Laki-laki dan Perempuan Ternyata Berbeda

- detikFood Rabu, 19 Feb 2014 17:50 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan disarankan untuk mencegah alergi dan perkembangan otak anak. Ternyata tidak semua ASI sama. Sebuah tim peneliti membuktikan ASI untuk bayi perempuan dan laki-laki mengandung nutrisi berbeda, sesuai kebutuhan gender.

Studi ini dilakukan pada manusia, monyet, dan beberapa mamalia lainnya. Dilansir oleh The Guardian (19/02/2014) tim peneliti dari Harvard University menemukan adanya perbedaan dari kandungan lemak, protein, vitamin, gula, mineral, dan hormon. Hal ini berdampak langsung pada perkembangan, sikap, dan tempramen anak.

Penelitian ini dibawa oleh Prof Katie Hinde selaku ahli biologi evolusioner Harvard University ke American Association untuk Advancement of Science yang berlangsung di Chicago. Katie menyatakan monyet rhesus akan menghasilkan susu kaya lemak dan protein untuk bayi laki-laki, sementara bayi perempuan menerima lebih sedikit lemak dan lebih banyak kalsium.

Hasil ini juga terlihat pada manusia. Sebelumnya, tim peneliti dari Michigan State University menemukan 72 ibu di daerah pedesaan Kenya mempunyai ASI dengan kandungan lemak 2,8 persen untuk laki-laki dan 0,6 persen untuk perempuan. Sementara wanita dengan tingkat ekonomi lebih rendah, mempunyai ASI dengan kandungan lemak 2,6 persen untuk laki-laki dan 2,3 persen untuk perempuan.

Katie mempublikasikan sebuah studi minggu lalu yang menunjukkan gender bayi mempengaruhi produksi susu pada sapi setelah dipisahkan dari anak mereka. Studi yang meneliti 1,49 juta sapi menemukan rata-rata sapi akan menghasilkan 445 kg susu lebih banyak saat melahirkan sapi betina. Tapi, tidak ada perbedaan dari kandungan protein dan lemak.

Dalam studi lainnya, Katie melihat lebih jauh tingkat hormon stres dalam ASI dan bagaimana asupannya mempengaruhi sikap bayi. Penelitian yang dilakukan pada manusia ini menemukan ASI kaya kandungan kortisol menjadikan bayi perempuan cenderung pemarah dan sulit untuk ditenangkan.

Penemuan ini memicu beberapa peneliti menyarankan susu bayi formula untuk dibedakan berdasar gender seperti ASI. “Kami mempunyai alasan bagus untuk menjadi skeptis terhadap susu formula yang baik untuk semua bayi. Bayi perempuan dan laki-laki mempunyai lintasan perkembangan berbeda, jadi jika mereka tidak mendapatkan yang dibutuhkan, pertumbuhan tidak akan maksimal,” tambah Katie.



(fit/odi)