Tim peneliti asal University Hospital di Prancis menganalisis data dari 65 pasien yang mengalami stroke hemoragik kemudian membandingkannya dengan data dari 65 pasien sehat.
Berbeda dengan stroke iskemik yang merupakan jenis stroke umum, stroke hemoragik lebih langka dan mematikan. Stroke ini terjadi akibat pembuluh darah melemah dan pecah di otak kemudian memungkinkan darah bocor ke bagian sekitar otak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila dirata-rata, peserta yang pernah mengalami stroke memiliki kadar vitamin C lebih rendah. Sedangkan orang-orang yang tidak mengalami stroke, kadar vitamin C-nya tergolong normal.
βPenelitian kami menunjukkan kekurangan vitamin C merupakan salah satu faktor risiko untuk jenis stroke berat. Sama halnya dengan tekanan darah tinggi, kebiasaan minum alkohol, dan kelebihan berat badan,β ujar penulis studi, Dr Stephane Vannier seperti diberitakan Medical News Today (18/02/2014).
Β
Para peneliti mengatakan vitamin C dapat membantu mengurangi tekanan darah. Hal inilah yang berkaitan dengan penurunan risiko stroke. Selain jeruk, beberapa makanan seperti cabai, kol, dan pepaya juga mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN