Remaja yang Sering Tak Sarapan Berisiko Terkena Sindrom Metabolik Saat Dewasa

Remaja yang Sering Tak Sarapan Berisiko Terkena Sindrom Metabolik Saat Dewasa

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 03 Feb 2014 06:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Sarapan perlu dibiasakan sejak kecil karena memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Sayang, remaja seringkali melewatkan makan pagi karena terburu-buru. Padahal hal ini bisa berakibat buruk di saat mereka dewasa.

Remaja yang tak sarapan atau hanya makan dan minum manis saat sarapan meningkatkan risiko mengalami sindrom metabolik 27 tahun kemudian.

Sindrom metabolik sendiri adalah sekumpulan kondisi yang terdiri dari kadar trigliserida yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar glukosa yang tinggi, serta obesitas perut yang meningkatkan risiko diabetes dan stroke.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti dari Umea University, Swedia, memelajari data 889 orang yang menjadi bagian Northern Swedish Cohort. Saat berusia 16 tahun partisipan menjawab pertanyaan tentang kebiasaan sarapan. Kemudian, setelah menginjak 43 tahun, mereka diperiksa apakah mengalami sindrom metabolik.

Di akhir periode studi, 27% partisipan mengalami sindrom metabolik. Peneliti menemukan hubungan antara kebiasaan sarapan yang buruk saat remaja dengan risiko sindrom metabolik 68% lebih tinggi di akhir periode penelitian.Obesitas sentral dan kadar glukosa tinggi berkaitan erat dengan kebiasaan sarapan yang buruk pada remaja.

Sebelumnya, studi yang dilakukan peneliti dari University of Colorado School of Medicine, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa melewatkan sarapan akan berakibat buruk pada wanita gemuk. Kebiasaan yang kurang baik ini bisa menimbulkan resistansi insulin secara temporer yang dikenal sebagai faktor risiko diabetes.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads