Salas umumnya terdiri dari beragam sayuran segar dan bahan tambahan lainnya seperti daging olahan, telur atau kacang-kacangan. Selain saus dengan bahan minyak olive (vinaigrette) juga ada yang berbahan telur atau mayonnaise.
Umumnya di restoran selain ditawarkan salad dalam porsi juga tersedia salad bar. Ternyata saus racikan restoran ini biasanya memakai banyak bahan dan bisa mencapai 1000 kalori per porsi. Selain ini masih ditambah beragam bahan hewani yang dicampurkan dalam salad sayuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian juga dengan Vikam Ramani seperti dikutip Times of India (27/1/2014), ia menjalani diet dengan menyantap salad dari kantin dekat kantornya. Namun, saus mayonnaise dan BBQ tanpa disadari ditambahkan terlalu banyak karena rasanya enak. Dia justru merasa sering ngantuk dan program dietnya berantakan.
Menurut ahli gizi di India, Rima Goswami, orang sering salah persepsi soal salad. 'Jika menyebut salad selalu berkonotasi dengan makanan sehat. Padahal dalam racikan slad sering ditambahkan ayam goreng, keju, daging asap yang membuat kalorinya jadi tinggi,' ujarnya.
Ahli gizi,Vaishali Mehta juga mengingatkan, βMakan salad seperti ini sangat berbahaya bagi orang dengan tekanan darah tinggi. Rasa saus salad yang asin juga mengandung kadar sodium yang tinggiβ.
Mehta menganjurkan untuk memilih salad sayuran segar tanpa tambahan produk hewani. Seperti brokoli, selada, ubi jalar, dan lain-lain. Jika ingin ditambahkan saus salad sebagai penikmat rasa, tambahkan cukup satu sendok smakan aja untuk semangkuk besar salad.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN