Minum Kopi Tidak Selalu Memicu Dehidrasi

Minum Kopi Tidak Selalu Memicu Dehidrasi

- detikFood
Rabu, 15 Jan 2014 06:25 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak orang tak bisa memulai hari tanpa minum kopi. Selama ini kopi dianggap sebagai minuman diuretik yang dapat membuat dehidrasi. Namun, penelitian terbaru meenyebutkan kopi tak selalu memicu dehidrasi.

Seperti dilansir You Beauty (15/01/2014), anggapan konsumsi kopi yang mengakibatkan dehidrasi pada tubuh ternyata kurang tepat. Sebuah studi pada Januari tahun 2014 yang diterbitkan oleh Plos One telah menemukan bahwa secangkir kopi di pagi hari tidak menyebabkan dehidrasi. Konsumsi kopi dalam takaran cukup dapat membuat seolah-olah terhidrasi.

Menurut penelitian, konsumsi kopi empat cangkir sehari tergolong moerat atau cukup. Peneliti melihat sekelompok 50 peminum kopi yaitu laki-laki yang mengonsumsi 4 cangkir (masing-masing 200 ml) kopi hitam. Dibandingkan dengan mereka yang minum air putih dalam jumlah yang sama, setiap hari, selama 3 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah masa istirahat 10 hari, kelompok beralih peran. Peneliti menggunakan berbagai tes untuk mengukur hidrasi, termasuk berat badan, analisis darah dan urin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam jumlah total air dalam tubuh di salah satu tes darah. Ada juga yang tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam volume urin atau konsentrasi antara kedua kelompok.

Tapi walaupun beberapa cangkir tidak membuat perbedaan dalam tubuh, tidak berarti orang harus berhenti minum air dan menggantinya dengan kopi. Menurut Leah Kaufman selaku ahli gizi, ia tidak merekomendasikan untuk mengandalkan kopi sebagai pengganti pemenuhan kebutuhan cairan tubuh.

Β "Meskipun studi ini telah menunjukkan efek positif, pembatasan jumlah peserta dan lamanya waktu belajar membuat saya ragu-ragu untuk mengatakan kepada pasien saya bahwa minum hanya kopi saja baik untuk hidrasi," tutur Kaufman.

Β "Untuk saat ini, air tetap harus masuk ke cairan untuk hidrasi, tetapi sejumlah kecil kopi per hari tampaknya tidak menimbulkan ancaman bagi kesehatan seseorang," tambah Kaufman.

Responden dalam penelitian ini, juga mengonsumsi air minum selain kopi selama masa percobaan, sehingga mereka tidak mengandalkan sepenuhnya pada kopi untuk hidrasi. Terlebih lagi, peserta caffeinators yang memiliki kebiasaan, minum setidaknya tiga cangkir sehari, yang berarti tubuh mereka mungkin terbiasa dengan efek diuretik.

Kaufman juga menunjukkan bahwa, orang yang secara teratur berpartisipasi dalam aktivitas fisik harus waspada terhadap temuan ini.

"Seorang atlet, atau bahkan seseorang yang sering berolahraga selama 45 menit hampir setiap harinya, kebutuhan untuk tetap terhidrasi dengan baik selalu harus di dapatkan melalui air putih." Tutur Kaufman.

"Ini akan menarik untuk membuat penelitian selanjutnya yang dilakukan dengan sejumlah besar peserta yang berpartisipasi dalam olahraga, " sarannya. Tapi sampai ini dilakukan, kita tidak bisa benar-benar tahu apa efek hidrasinya.

"Air dapat membantu memberikan energi otot, menjaga tubuh yang sehat dan membantu menjaga fungsi usus normal," kata Kaufman.

Jadi, pastikan konsumsi kopi dengan tetap memperhatikan asupan cairan yang di dapat dari air putih. Kesehatan dan kecantikan akan lebih baik bila Anda menuai keuntungan dari kedua minuman ini sekaligus.



(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads