Seperti dikutip dari dailymail (9/01/2014), sebuah enelitian dilakukan oleh tim peneliti Loma Linda University di California. Tim peneliti merekrut 26 partisipan dewasa yang mempunyai kondisi tubuh sehat tapi obesitas.
Studi ini membandingkan pengaruh konsumsi alpukat terhadap tingkat kekenyangan, kadar gula darah, respon insulin, dan konsumsi camilan dengan konsumsi makan siang standart.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tambahan, partisipan melaporkan rasa kenyang semakin bertambah tiga jam setelah makan. βRasa kenyang adalah faktor utama dalam pengaturan berat badan. Karena orang yang merasa kenyang cenderung tidak mengkonsumsi camilan antara waktu makan,β tutur Dr Joan Sabate selaku kepala peneliti.
Tim peneliti menegaskan penambahan alpukat secara langsung menambah asupan karbohidrat dan kalori partisipan. Dalam penelitian tersebut tidak ada peningkatkan kadar gula darah yang signifikan saat partisipan mengonsumsi alpukat.
βHal ini yang memicu kami percaya peran penting alpukat dalam pengaturan kadar gula darah patut diteliti lebih jauh,β tambah Dr. Joan. Ia menyatakan walaupun hasil penelitian ini kurang lebih positif, harus lebih banyak penelitian dilakukan untuk menguji hasil studi ini. Studi ini diterbitkan di Nutrition Journal.
Bagaimanapun, hasil studi ini menjanjikan hal yang positif lewat konsumsi alpukat yang berpengaruh pada rasa kenyang, respon glukosa dan insulin. Setengah alpukat mengandung 150 kalori dan kaya akan serat.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN