Konsumsi Almond dan Pistachio Efektif Turunkan Risiko Obesitas

Konsumsi Almond dan Pistachio Efektif Turunkan Risiko Obesitas

- detikFood
Senin, 13 Jan 2014 14:06 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi kacang-kacangan terbukti baik bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko kematian akibat kanker dan penyakit jantung serta mencegah pembekuan darah. Kacang-kacangan menjadi menu wajib diet mediterania.

Beberapa waktu lalu, sebuah penelitian menunjukkan kacang-kacangan juga efektif menurunkan risiko obesitas hingga 37-46 persen.

Para peneliti di Universitas Loma Linda, California mengungkapkan partisipan yang makan kacang-kacangan, seperti almond, pistachio, dan kenari memiliki risiko lebih rendah terkena obesitas, yaitu sekitar 37-46 persen dibanding mereka yang lebih sedikit makan kacang-kacangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka yang mengonsumsi lebih banyak kacang-kacangan juga mengalami penurunan risiko terkena sindrom metabolik yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

β€œStudi ini menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kacang-kacangan dengan penurunan risiko obesitas dan sindrom metabolik,” ujar Dr Joan Sabate selaku penulis studi, seperti diberitakan Fox News (13/01/2014).

Penelitian yang didanai International Tree Nut Council Nutrition Reserach and Education on Foundation (INC NREF) ini juga mengungkapkan, partisipan yang makan lebih banyak kacang-kacangan berumur sekitar 24 tahun lebih panjang dibanding mereka yang lebih sedikit makan kacang-kacangan.

Studi ini menggunakan data gizi dari 803 partisipan yang sebelumnya sudah terdaftar dalam penelitian lain. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan, partisipan yang makan 16 gram kacang-kacangan tiap hari rata-rata memiliki lebih sedikit berat badan di atas normal dibanding mereka yang lebih sedikit makan kacang-kacangan.

Menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention, Indeks Massa Tubuh (IMT) yang normal untuk orang dewasa berkisar antara 18,5 – 24,9. Mereka yang kelebihan berat badan (overweight) IMT-nya berkisar antara 25 – 29,9. Sedangkan IMT diatas 30 dianggap obesitas.

IMT dari partisipan yang lebih banyak makan kacang-kacangan yaitu sekitar 27, sedangkan mereka yang lebih sedikit makan kacang-kacangan memiliki IMT antara 29 – 30. β€œKacang-kacangan menjadi pilihan makanan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar,” ujar Jeffrey Blumberg selaku profesor gizi di Universitas Tufts, Boston.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads