Diet Kentang dan Diet Kapas, Diet yang Unik dan Buruk Tahun 2013

Diet Kentang dan Diet Kapas, Diet yang Unik dan Buruk Tahun 2013

- detikFood
Selasa, 31 Des 2013 16:49 WIB
Diet Kentang dan Diet Kapas, Diet yang Unik dan Buruk Tahun 2013
Foto: Thinkstock
Jakarta - Hampir setiap tahun selalu ada teori kebugaran dan saran diet terbaru. Ada yang membatasi jenis makanan, jam makan hingga asupan jumlah makanan. Beberapa diet ada yang gampang dijalankan tetapi ada yang sulit.

Tak semua diet gampang dijalankan, seperti beberapa cara diet yang aneh dan sulit ini yang dilanir oleh huffingtonpost (31/12/2013):

1. Makan dengan piring merah

Foto: Thinkstock
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite mengungkapkan bahwa orang yang makan dari piring merah lebih sedikit daripada mereka yang makan di piring berwarna biru atau putih. Para penulis memiliki teori bahwa sinyal merah ini seperti sinyal lampu lalu lintas yang membuat orang akan berpikir untuk berhenti makan.

2. Bola kapas sebagai penekan nafsu makan

Foto: Thinkstock
Diet ini merupakan diet paling ekstrim tahun ini. Pelaku diet ini hanya mengisi perutnya dengan bola kapas yang dicelup dengan jus dan smoothie. Diet ini beranggapan bahwa ketika mengonsumsi bola kapas akan menimbulkan sensasi kenyang tanpa menambah kalori. Akan tetapi hal ini hanya akan meningkatkan risiko tersedak dan malnutrisi.

3. Diet satu jenis makanan

Foto: Thinkstock
Makan hanya dengan satu jenis makanan saja. Biasanya semangkuk buah atau sayuran tertentu. Jika hanya mengonsumsi satu jenis makanan maka proses metabolisme akan terganggu. Diet ini pertama muncul di situs News.com.au dan dianggap berbahaya karena pertama kali yang menerapkan diet ini adalah seorang wanita hamil yang menjalani diet ketat dengan jus buah.

4. Larangan makan kentang

Foto: Thinkstock
Dalam diet ini kentang dikatakan sebagai makanan yang buruk karena memiliki indeks glikemik yang tinggi. Hal ini dapat melepaskan gula dengan cepat yang akan mengakibatkan gula daerah naik. Sebenarnya kentang memiliki indeks glikemiks lebih rendah daripada nasi. Jika ingin lebih sehat sebaiknya pilih ubi jalar yang memiliki indeks glikemiks rendah.

5. Teknologi untuk menghentikan makan berlebih

Foto: Thinkstock
HAPIFork adalah garpu komputerisasi yang dapat menimbulkan bunyi "buzz" ketika makan terlalu cepat. Garpu ini juga dapat melacak rata-rata waktu makan, jumlah gigitan perporsi dan jumlah gigitan per makan dimana anda "overspeed" atau membawa garpu ke mulut terlalu cepat. Terakhir ada bra yang dapat memperingatkan wanita jika ia makan berlebihan. Bra ini berisi aplikasi yang dapat mendeteksi ketika pemakai secara emosional makan terlalu banyak.
Halaman 2 dari 6
(odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads