Jenis Makanan Ternyata Pengaruhi Jumlah Bakteri Dalam Perut

Jenis Makanan Ternyata Pengaruhi Jumlah Bakteri Dalam Perut

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Senin, 16 Des 2013 17:09 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tipe bakteria dalam perut hari ini bisa berbeda dengan besok, tergantung makanan yang dikonsumsi. Studi terbaru terbukti partisipan yang merubah pola diet kaya produk hewani mengalami perubahan bakteria drastis hanya dalam sehari.

Studi ini adalah hasil kolaborasi antara tim peneliti di Duke, Harvard University, Boston Childrens Hospital dan the University of California, San Francisco. Studi ini merekrut 10 partisipan (6 pria dan 4 wanita) umur 21-33 tahun, mereka diminta mengonsumsi produk hewani seperti telur dan keju selama lima hari dan memberikan sampel tinja setiap harinya untuk dianalisis.

Saat partisipan banyak mengonsumsi produk hewani, terdapat peningkatan bakeri bernama Bilophila wadsworthia yang berkembang karena cairan asam empedu dan terhubungan dengan penyakit radang usus. Sementara itu terdapat penurunan bakteria bernama Firmicutes yang menguraikan karbohidrat nabati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang dengan diet vegetarian mengalami sedikit perubahan spesies bakteria dalam perut mereka dibandingkan orang yang mengonsumsi diet kaya protein hewani. Hal ini bisa disebabkan karena asam empedu yang diproduksi setelah konsumsi bahan makanan hewani, nantinya akan mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

β€œHasil studi ini menyatakan pemilihan makanan seseorang bisa memberikan pengaruh jangka pendek komunitas bakteria yang hidup di dalam perut,” tutur Lawrence David, asisten professor di Duke University's Institute for Genome Sciences and Policy. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature.

Karena sampel studi ini terbilang kecil, tim peneliti mengakui akan melakukan penelitian selanjutnya untuk memberikan hasil yang akurat.

β€œTapi, perubahan yang kami lihat diantara para subjek sama, sehingga kami menarik kesimpilan jika kami merekrut lebih banyak orang kami akan melihat hasil yang sama,” tambah David.

Jenis Makanan Ternyata Pengaruhi Jumlah Bakteri Dalam Perut

Deani Sekar Hapsari

Foto: Thinkstock

Β 

Tipe bakteria dalam perut hari ini bisa berbeda dengan besok, tergantung makanan yang dikonsumsi. Studi terbaru terbukti partisipan yang merubah pola diet kaya produk hewani mengalami perubahan bakteria drastis hanya dalam sehari.

Β 

Studi ini adalah hasil kolaborasi antara tim peneliti di Duke, Harvard University, Boston Childrens Hospital dan the University of California, San Francisco. Studi ini merekrut 10 partisipan (6 pria dan 4 wanita) umur 21-33 tahun, mereka diminta mengonsumsi produk hewani seperti telur dan keju selama lima hari dan memberikan sampel tinja setiap harinya untuk dianalisis.

Β 

Saat partisipan banyak mengonsumsi produk hewani, terdapat peningkatan bakeri bernamaΒ Bilophila wadsworthia yang berkembang karena cairan asam empedu dan terhubungan dengan penyakit radang usus. Sementara itu terdapat penurunan bakteria bernama Firmicutes yang menguraikan karbohidrat nabati.

Β 

Orang dengan diet vegetarian mengalami sedikit perubahan spesies bakteria dalam perut mereka dibandingkan orang yang mengonsumsi diet kaya protein hewani. Hal ini bisa disebabkan karena asam empedu yang diproduksi setelah konsumsi bahan makanan hewani, nantinya akan mempengaruhi pertumbuhan bakteri.

Β 

β€œHasil studi ini menyatakan pemilihan makanan seseorang bisa memberikan pengaruh jangka pendek komunitas bakteria yang hidup di dalam perut,” tutur Lawrence David, asisten professor di Duke University's Institute for Genome Sciences and Policy. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature.

Β 

Karena sampel studi ini terbilang kecil, tim peneliti mengakui akan melakukan penelitian selanjutnya untuk memberikan hasil yang akurat.

Β 

β€œTapi, perubahan yang kami lihat diantara para subjek sama, sehingga kami menarik kesimpilan jika kami merekrut lebih banyak orang kami akan melihat hasil yang sama,” tambah David.


(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads