ADVERTISEMENT

Beras Artisan, Beras Berwarna Istimewa dan Mahal dari Jepang

- detikFood
Senin, 09 Des 2013 06:56 WIB
Foto: The Japan Times
Jakarta - Beras Jepang dikenal bermutu baik, berbiji bulat, dan menghasilkan nasi dengan tekstur pulen. Kini, Jepang sedang mengembangkan beras dengan kualitas yang lebih tinggi lagi. Tentu, dengan harga lebih mahal pula.

Selama bertahun-tahun, petani padi di Jepang sangat dilindungi pemerintah. Namun, mereka melihat bahwa pasar hasil panen mereka yang berharga dikikis beras-beras impor yang lebih murah. Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abepun mengusulkan penghentian rasio produksi dan subsidi.

Untuk mengantisipasi hal ini di tahun-tahun mendatang, sebagian petani kini justru berkonsentrasi menanam sejumlah kecil padi berkualitas. Padi ini mendapat perlakuan khusus, makanya harganya mahal dan hasilnya disebut 'beras artisan'.

Alih-alih menanam varietas beras dengan hasil banyak seperti umumnya pertanian berskala besar, para petani justru berfokus pada varietas yang enak, berapapun hasilnya. Padinya biasanya ditanam dengan metode minim kimia atau organik. Varietas hasil rekayasa genetika dihindari sepenuhnya.

Selain itu, banyak petani yang menekankan kemurnian air yang digunakan untuk irigasi sawah. Contohnya adalah Nonki Farm di Harie, Prefektur Shiga, yang mengklaim bahwa sumber airnya masuk dalam daftar teratas 100 mata air alami di Jepang.

Sebagian petani beras artisan mencoba varietas beras yang dibuang di zaman pascaperang. Varietas yang disebut kodai-mai (beras antik) ini memiliki warna alami hijau, merah-ungu, dan hitam. Kebanyakan bertekstur pulen lengket seperti mochi atau ketan. Beras-beras tersebutpun tak dikuliti, sehingga kandungan seratnya lebih tinggi.

Dibanding beras putih biasa, beras kuno ini disebut-sebut memiliki berbagai manfaat kesehatan. Aka-mai (beras merah) tinggi tannin seperti red wine, sedangkan ryoku-mai (beras hijau) mengandung klorofil. Yang paling kaya manfaat adalah kuro-mai (beras hitam) yang mengandung anthocyanin, vitamin C, dan berbagai jenis mineral.

Berbagai kelebihan ini membuat beras tersebut berkali-kali lebih mahal dibanding beras putih artisan dari petani yang sama. Jadi, sedikit kodai-mai biasanya dicampurkan dengan beras putih biasa. Jika campuran beras hitam dan putih dimasak, warna beras putihnya jadi ungu muda.

Jika Anda memiliki beras artisan, perlakukanlah dengan istimewa. Cuci dengan lembut dan jangan menggosoknya keras-keras. Rendam selama minimal setengah jam sebelum dimasak, atau sejam untuk beras kuno.

Beras artisan ini bisa dimasak dengan penanak nasi, donabe (panci tanah liat), maupun kukusan (dandang). Istirahatkan nasi selama beberapa saat setelah dimasak agar kelebihan air bisa terserap.

Menurut situs The Japan Times (21/11/13), beras artisan bisa didapat di bazar produk pangan regional yang digelar di supermarket di department store. Sampelnya bisa dicoba sebelum membeli di beberapa stasiun kereta di Jepang. Selain itu, juga dipesan di online shopping Rakuten, bahkan dijual pula di pedagang beras atau pasar swalayan lokal di Jepang.


(fit/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT