Orang dengan Berat Badan Berlebih Kurang Peka terhadap Rasa Manis

Orang dengan Berat Badan Berlebih Kurang Peka terhadap Rasa Manis

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Senin, 02 Des 2013 16:35 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kecuali berisiko terkena penyakit, orang dengan berat badan berlebih ternyata kurang peka mengecap rasa manis. Hasil ini dinyatakan lewat serangkaian tes yang menguji sel penerima rasa di lidah.

Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Buffalo, penelitian dilakukan dengan membandingkan dua grup tikus masing berisi 25 ekor. Satu grup mempunyai berat badan normal, sementara yang lainnya diberi pakan kaya lemak yang membuat mereka obesitas.

Untuk mengukur respon tikus terhadap beberapa rasa, tim peneliti melihat lebih jauh sebuah proses bernama calcium signaling. Saat sel dalam lidah mengenali rasa tertentu, ada peningkatan kadar kalsium dalam sel, dimana tingkat perubahan ini yang diukur oleh tim peneliti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari Science Daily (02/12/2013) hasil riset menyebutkan sel perasa dari tikus obesitas jauh lebih lemak tidak hanya pada rasa manis dan pahit, reaksi kedua grup tikus sama tinggi pada rasa umami. Hasil studi ini menjadi bukti baru bagaimana obesitas dapat berkaitan dengan makanan.

β€œBanyak studi menunjukkan bahwa obesitas bisa memicu perubahan di otak dan saraf yang mengontrol sistem rasa peripheral, tapi belum ada yang melihat ke sel pada lidah yang bersentuhan langsung dengan makanan,” tutur Kathryn Medler, PhD, UB selaku kepala peneliti.

Penelitian ini penting karena rasa memainkan peranan penting dalam mengatur nafsu makan. Bagaimana ketidakmampuan mengecap rasa manis bisa memicu berat badan belum diketahui, tapi penelitian sebelumnya menunjukkan orang obesitas selalu menginginkan makanan manis dan gurih, walaupun mereka tidak bisa mengecap rasa tersebut sebaik orang langsing.

β€œApa yang kita lihat pada tingkat ini adalah tahap pertama penerimaan rasa, sel penerima rasa sendiri yang telah terpengaruh oleh obesitas. Tikus yang obesitas mempunyai sedikit sel rasa yang merespon pada stimuli manis dan mereka tidak merespon dengan baik,” tambah Kathryn.

Kathryn menyatakan masalah mendeteksi rasa manis bisa memicu orang yang obsesitas mengonsumsi lebih banyak makanan daripada yang mempunyai berat badan normal. Mempelajari lebih dalam mengenai hubungan antara rasa, nafsu makan, dan obesitas sangat penting karena bisa menghasilkan metode baru untuk mendorong pola makan sehat.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads