Benarkah Telur Berkolesterol Tinggi dan Penyebab Penyakit Jantung?

Ulasan Khusus: Telur

Benarkah Telur Berkolesterol Tinggi dan Penyebab Penyakit Jantung?

- detikFood
Selasa, 26 Nov 2013 12:10 WIB
Benarkah Telur Berkolesterol Tinggi dan Penyebab Penyakit Jantung?
Foto: Thinkstock
Jakarta -

1. Telur mentah lebih kaya protein

Foto: Thinkstock
Biasanya para binaragawan atau orang yang ingin memperbesar otot rajin mengonsumsi telur mentah, baik dimakan begitu saja maupun dicampurkan ke dalam minuman atau makanan. Padahal, risiko keracunan jadi lebih tinggi. Selain itu, tak ada bukti bahwa proses pemasakan mengurangi kandungan protein dalam telur.

2. Cuci telur untuk membuang kotoran

Foto: Thinkstock
Kotoran, tahi ayam, dan bulu ayam seringkali menempel di kulit telur. Kotoran ini bisa mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella. Untuk menghilangkannya, sebagian orang mencuci kulit telur. Padahal, kulit telur menjadi lebih berpori saat basah, membuat bakteri lebih mudah masuk ke telur. Sebaiknya, jangan cuci, dan singkirkan telur yang kotor.

3. Telur mengandung kolesterol dalam kadar tinggi

Foto: Thinkstock
Rata-rata telur ayam berukuran besar mengandung 212 mg kolesterol, kira-kira setara dengan kolesterol dalam seporsi hati, udang, atau daging bebek. Bagaimanapun juga, hanya 25% kolesterol dalam darah yang berasal dari makanan. Sisanya diproduksi oleh hati. Tinggi rendahnya kadar kolesterol dalam darah lebih dipengaruhi oleh konsumsi lemak trans dan lemak jenuh daripada kolesterol dari makanan.

4. Putih telur lebih menyehatkan daripada kuning telur

Foto: Thinkstock
Kuning telur mengandung seluruh kolesterol dalam sebutir telur. Namun, kuning telur juga jauh lebih bernutrisi dibanding putih telur yang hampir tak memiliki kandungan gizi. Kandungan protein putih telur setengah kuning telur, sementara sodium dalam sebutir telur hampir semuanya terkandung dalam putih telur.

5. Telur organik dan telur ayam kampung lebih bernutrisi daripada telur biasa

Foto: Thinkstock
Menurut riset Australian Egg Corporation, tak ada perbedaan kandungan nutrisi antara telur-telur yang dihasilkan dengan sistem produksi berbeda. Perbedaan kandungan gizi dalam telur terjadi pada ayam-ayam betina yang diberi pakan khusus. Contohnya adalah telur yang diperkaya omega-3.

6. Makan telur tak baik bagi kesehatan jantung

Foto: Thinkstock
Sebuah studi yang meneliti dampak konsumsi telur terhadap penyakit jantung tak menemukan hubungan antara keduanya. Bagaimanapun juga, penderita diabetes yang menyantap sebutir telur sehari sedikit lebih berisiko mengidap penyakit jantung dibanding mereka yang jarang memakan telur.
Halaman 2 dari 7
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads