Konsumsi Susu Manis Kemasan Memicu Penyakit Diabetes dan Obesitas

Konsumsi Susu Manis Kemasan Memicu Penyakit Diabetes dan Obesitas

- detikFood
Kamis, 21 Nov 2013 15:37 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Susu, terutama susu sapi memang dikenal sebagai minuman sehat yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Namun, sebuah penelitian dari Harvard University menemukan bahwa konsumsi susu kemasan yang manis memicu penyakit diabetes dan obesitas.

Seperti yang dilansir di iFood (18/11/2013), sebuah penelitian di Harvard University dilakukan oleh David Ludwig. Ia menemukan susu manis kemasan adalah salah satu penyumbang risiko terkena penyakit kronis, seperi diabetes, obesitas, dan bahkan peradangan.

Hasil yang penelitian dari Ludwig yang membandingkan susu murni tradisional dengan susu manis kemasan ini telah diterbitkan di jurnal American Medical Association Pediatrics.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

David Ludwig mengungkapkan, produksi susu kemasan di Amerika Serikat memang telah diawasi pemerintah. Meskipun begitu, susu kemasan yang dijual pun masih mengandung kadar gula walau hanya 1 kalori dan rendah lemak sekalipun.

Menurut Ludwig, 1 kalori pada susu saja jika dikonsumsi secara rutin dapat secara perlahan menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Dari penelitiannya ini, David Ludwig tidak menganjurkan orang tidak mengonsumsi susu sama sekali. Ludwig menyarankan, sebaiknya memilih susu mentah atau susu murni organik yang tidak mengandung tambahan gula apapun dan tidak rendah lemak. Daripada susu manis kemasan maupun susu rendah lemak kemasan yang dijual di pasaran.

Ia juga menganjurkan untuk berhati-hati dengan jenis susu. Sebaiknya memilih susu yang lebih sehat untuk menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, kanker, dan bahkan dapat menurnkan berat badan.

Ludwig juga menyarankan, asupan kalsium dari bahan makanan lain dapat diperoleh tanpa perlu mengonsumsi susu. Seperti dari sarden, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Bahkan dalam makanan tersebut, kandungan kalsiumnya lebih banyak daripada susu.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads