Pilihlah Menu Sarapan Tinggi Protein Agar Tak Kalap Saat Makan Siang

Pilihlah Menu Sarapan Tinggi Protein Agar Tak Kalap Saat Makan Siang

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 21 Nov 2013 07:03 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Apa menu sarapan Anda pagi ini? Nasi uduk komplet atau omelet dengan sosis dan sayuran tumis? Kalau Anda ingin kenyang dan tetap menjaga berat badan, pilihlah menu sarapan yang tinggi protein.

Peneliti dari University of Missouri menemukan bahwa sarapan kaya protein lebih baik mengatasi lapar dan mencegah makan berlebih di siang hari dibanding karbohidrat atau serat. Jadi, pilihlah telur dan
sosis dibanding sereal dan buah di pagi hari.

Dr. Kevin Maki memimpin eksperimen yang melibatkan wanita usia 18-55 tahun. Mereka menyantap hidangan yang mengandung 300 kalori dengan jumlah lemak dan serat yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, satu kelompok diberi makanan yang mengandung protein sebanyak 30-39 gram (setara omelet dengan empat telur atau dua buah sosis dane sepotong bacon), sementara kelompok lain hanya diberi segelas air putih.

Peneliti lalu melacak rasa lapar peserta penelitian sepanjang pagi. Mereka menggunakan kuesioner setiap setengah jam untuk mengukur tingkat lapar, kenyang, dan keinginan makan sejak sebelum sarapan sampai makan siang.

Ternyata, kelompok yang memakan sarapan tinggi protein memiliki skor kenyang lebih tinggi. Saat makan siang, mereka juga makan tortellini dan sausnya lebih sedikit dibanding grup lain.

"Menyantap hidangan sarapan yang tinggi protein secara signifikan meningkatkan kontrol nafsu makan. Juga bisa membantu para wanita menghindari makan berlebih di siang hari," jelas Maki, seperti
diberitakan Daily Mail (15/11/13).

Dr. Heather Leidy, asisten profesor yang berspesialisasi di pengaturan nafsu makan, mengatakan bahwa di Amerika Serikat banyak orang tak sarapan atau memilih sarapan rendah kalori karena kurangnya pilihan makanan tinggi kalori yang cocok.

"Hasil studi ini menunjukkan, makanan tinggi protein yang tepat dapat membuat wanita merasa kenyang hingga jam makan siang. Hal ini juga berpotensi mencegah makan berlebih dan memperbaiki kualitas diet,"tuturnya.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads