Kebiasaan Ngopi di Sore Hari Picu Gangguan Tidur

Kebiasaan Ngopi di Sore Hari Picu Gangguan Tidur

- detikFood
Rabu, 20 Nov 2013 11:32 WIB
Foto: Fox News
Jakarta - Beberapa orang terbiasa menikmati kopi di sore hari agar kembali berenergi. Rupanya kebiasaan ini kurang tepat karena konsumsi kafein di sore hari, bahkan enam jam sebelum tidur, ternyata bisa sebabkan gangguan tidur.

Seperti dilansir dari Fox News (19/11/2013), penelitian yang dilakukan Universitas Wayne State, Detroit mempelajari cara kafein mempengaruhi kebiasaan tidur sejumlah 12 pemuda sehat.

Partisipan penelitian diberi tiga pil setiap hari dan diharuskan meminum satu pil enam jam sebelum tidur, satu pil tiga jam sebelum tidur, dan satu pil tepat sebelum mereka tidur. Tiap harinya, partisipan hanya diberi satu pil yang mengandung 400 mg kafein atau setara dengan jumlah kafein dalam dua hingga tiga cangkir kopi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti kemudian mengukur kebiasaan tidur mereka dengan analisis subjektif dan monitor yang melacak aktivitas otak mereka. Hasilnya, konsumsi kafein ternyata menyebabkan gangguan tidur yang signifikan, terlepas dari ketika dikonsumsi di siang hari.

“Kami berharap bisa melihat efek waktu tidur pada semua titik waktu, tetapi kami pikir hal ini lebih jelas terlihat pada waktu sebelum tidur,” ujar penulis studi, Thomas Roth.

Para peneliti menambahkan, mengonsumsi kafein enam jam sebelum waktu tidur berkaitan dengan penurunan waktu tidur total selama satu jam. “Kehilangan satu jam waktu tidur adalah hal yang besar. Jika Anda sering kehilangan waktu tidur, Anda akan sangat kurang tidur,” ujar Roth.

Meskipun penelitan ini tidak menjawab mengapa kafein memiliki efek gangguan tidur, Roth menduga hal ini berhubungan dengan efek kafein terhadap adenosin, yaitu neurotransmitter yang menumpuk di otak selama seseorang bangun dan berkurang ketika tidur.

“Kafein bisa meniadakan adenosin,” ujar Roth. Ia menambahkan, secara keseluruhan kurang tidur kronis bisa menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan dan suasana hati yang negatif.

(dni/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads