Ngemil dan Sarapan Lebih Pagi Tidak Efektif Turunkan Berat Badan

Ngemil dan Sarapan Lebih Pagi Tidak Efektif Turunkan Berat Badan

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Rabu, 20 Nov 2013 06:19 WIB
Ngemil dan Sarapan Lebih Pagi Tidak Efektif Turunkan Berat Badan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak pola diet untuk menurunkan berat badan. Nyatanya, banyak yang bertolak belakang dengan beberapa bukti dari penelitian. Sebelum menetapkan pola diet sebaiknya pahami apa yang sudah diungkap riset.

Tim peneliti University of Oregon menyatakan mengonsumsi terlalu banyak kalori bisa meningkatkan berat badan, kapanpun Anda makan. Seperti yang direkomendasikan oleh Shape (19/11/2013) berikut ini pola diet yang dibuktikan lewat penelitian.

1. Tidak sarapan

Foto: Thinkstock
Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang penting menurut para ahli diet. Faktanya, waktu sarapan tidak penting karena tidak berpengaruh pada metabolisme dan menurut studi Salk Institute konsumsi sarapan lebih pagi malah memicu penimbunan lemak dan jam waktu makan yang lebih lama sehingga memicu makan berlebih.

2. Konsumsi makan malam

Foto: Thinkstock
Makan malam banyak dihindari karena dianggap bisa menaikkan berat badan. Tim peneliti dari Italia membandingkan partisipan yang makan awal (10.00) dengan yang makan malam (18.00), dalam studi tidak ada perbedaan dalam hal berat badan, tapi yang makan malam justru kehilangan lebih banyak lemak.

3. Ngemil tidak mempengaruhi metabolisme

Foto: Thinkstock
Tim peneliti dari Prancis menemukan tidak ada bukti ngemil bisa meningkatkan berat badan karena tidak berpengaruh pada metabolisme. Hal ini didukung oleh tim peneliti dari Kanada yang menemukan tidak ada bukti penurunan berat badan dari orang yang makan 3 kali dengan 6 kali. Tapi, orang dengan tiga waktu makan tidak merasa lapar terlalu cepat.

4. Karbohidrat untuk tubuh langsing

Foto: Thinkstock
Tubuh butuh karbohidrat untuk pengaturan hormon yang mengontrol pelepasan lemak. Sebuah pola makan sederhana yang bisa Anda terapkan adalah konsumsi karbohidrat lebih banyak saat banyak melakukan aktivitas dan makan karbohidrat lebih sedikit saat bersantai.

5. Olahraga dengan perut kosong

Foto: Thinkstock
Konsumsi makanan sebelum olahraga dilakukan supaya lebih berstamina. Faktanya, makanan yang dikonsumsi tidak akan langsung terserap ke otot dan perut karena proses pencernaan manusia rumit. Studi yang dipublikasikan di International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism menemukan protein dicerna tubuh 1 -10 gram per jam.

6. Berpuasa untuk tubuh sehat

Foto: Thinkstock
Tim peneliti diΒ  University of Utah menemukan orang yang berpuasa satu hari per bulan berisiko 40 lebih rendah mengalami arteri tersumbat. Puasa jangka pendek (12-16 jam) atau sekali seminggu bisa membuat kita membedakan haus dan benar-benar lapar serta menyehatkan pencernaan.
Halaman 2 dari 7
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads