Tim peneliti dari Temple University menemukan anak yang tidur lebih lama dari biasanya untuk seminggu mengonsumsi lebih sedikit kalori, menurunkan tingkat kelaparan,. Juga mempengaruhi hormon leptin sebagai pengontrol berat badan dan mempunyai berat badan lebih rendah.
Studi ini melibatkan 37 anak dengan rentang umur 8-11 tahun, seperempatnya kelebihan berat badan dan obesitas. Para partisipan diminta melakukan eksperimen waktu tidur selama tiga minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti menemukan ada perbedaan dari dua jam dan 21 menit waktu tidur antara kondisi "kurang tidur" dan kondisi "tidur lebih". Pada minggu saat partisipan tidur lebih banyak, mereka mengonsumsi 134 kalori lebih sedikit sehari.
βSebagian besar perbedaan dalam asupan kalori terjadi saat penambahan tiga jam anak bangun, saat itu dilaporkan mereka mengonsumsi lebih dari 103 kcal per hari,β tutur kepala peneliti Chantelle Hart dari Departemen Center for Obesity Research and Education.
Menurut National Sleep Foundation, anak umur sekolah (5-12 tahun) harus mendapatkan 10-11 jam waktu tidur. Sementara anak yang lebih muda seperti umur TK harus mendapatkan 11-13 jam tidur, dan balita membutuhkan 12-14 jam tidur per 24 jam.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN