Kurang Asupan Serat Picu Gangguan Metabolisme

Kurang Asupan Serat Picu Gangguan Metabolisme

Deani Sekar Hapsari - detikFood
Sabtu, 26 Okt 2013 11:46 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi bahan makanan kaya serat terbukti baik untuk pencernaan hingga penurunan berat badan. Studi terbaru menyatakan kurang asupan serat bisa meningkatkan risiko obesitas, gangguan metabolisme, dan inflamasi jantung.

Studi ini dilakukan Center for Community Health and Health Equity, Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School. Tim peneliti melihat lebih jauh kesehatan 23.000 orang yang tergabung dalam NHANES (National Health and Nutrition Examination Survey).

Tim peneliti mempelajari lebih jauh beberapa faktor seperti jenis kelamin, umur, etnis, dan tingkat sosial ekonomi terhadap konsumsi serat. Sekaligus meneliti hubungan antara asupan serat dengan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dalam Huffington Post (26/10/2013), tim peneliti menemukan konsumsi tinggi serat terhubung dengan penurunan risiko obesitas, gangguan metabolisme, dan inflamasi jantung. Hasil studi juga menemukan tingkat konsumsi serat yang rendah dikalangan masyarakat kulit hitam non hispanik.

β€œPenemuan kami mengindikasi bahwa diantara sample masyarakat dewasa di NHANES (National Health and Nutrition Examination Survey) 1999-2010, konsumsi serat secara konsisten dibawah rekomendasi asupan serat,” tutur Cheryl R. Clark selaku kepala peneliti.

Menurut rekomendasi Institute of Medicine, wanita umur 19-50 tahun harus mengkonsumsi 25 gram serat per hari. Sementara laki-laki harus mengkonsumsi 38 gram. Wanita diatas 50 tahun harus mengkonsumsi 21 gram serat per hari dan pria mengkonsumsi 30 gram.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads