Studi yang dilakukan oleh Forza Supplements mensurvey 1000 pelaku diet menemukan, 26 persen partisipan mengkonsumsi seperempat asupan kalori minggu saat meneguk satu gelas alkohol. Empat dari 10 partisipan mengkonsumsi 1000 kalori dalam satu malam, hasilnya banyak para pelaku diet gagal untuk menurunkan berat badan karena mengidahkan efek buruk alkohol.
Peningkatan asupan kalori tidak hanya berasal dari kandungan kalori tersembunyi dalam minuman alkohol, tapi konsumsi minuman tersebut bisa memicu pelaku diet menyantap junk food. Lebih dari setengah minuman alkohol bisa membuat seseorang lebih lapar dan memilih konsumsi burger (490 kalori), pizza (675 kalori), atau keripik kentang (312 kalori).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dalam Herald Sun (24/10/2013) Tidak hanya itu, dua minuman alkohol standart bisa memperlambat proses pembakaran lemak tubuh hingga 73 persen. Hati akan mengenali alkohol sebagai racun, sehingga tubuh akan berhenti memproses nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
βSebagai hasilnya, tubuh akan membakar kalori kosong dari alkohol untuk energi sementara pencernaan untuk makanan kaya nutrisi akan dilakukan belakangan. Hal ini yang memicu penumpukan kalori ekstra,β tambah Lee.
Dari hasil survey, tipe minuman yang paling populer dikonsumsi wanita segelas besar white wine (185 kalori per 250ml kaca) dan pria satu pint larger (230 kalori). Rata-rata partisipan mengkonsumsi dua gelas wine atau bir pada hari biasa.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN