Cokelat pertama kali ditemukan dan dikonsumsi oleh suku Maya. Pada abad Β ke16, penjelajah dari Spanyol membawa cokelat dan hingga abad ke19 dikonsumsi sebagai obat. Hal sama juga dilakukan oleh Perancis yang menggunakan cokelat sebagai obat untuk memperbaiki mood.
Hot chocolate, sebagai salah satu olahan cokelat ternyata mengandungan manfaat yang tidak kalah hebatnya. Menurut studi yang dilakukan oleh Cornell University, kandungan antioksidan dalam hot chocolate hampir sama dengan red wine dan tiga kali lebih kuat dari teh hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun satu batang cokelat mempunyai antioksidan yang kuat, manfaat kesehatannya seringkali terhalang oleh kandungan lemak jenuh. Sementara bubuk kakao mengandung 8 gram lemak lebih sedikit.
Secangkir hot chocolate mengandung 611 mg phenolic compound gallicacid equivalents (GAE) dan 564 mg flavonoid epicatechin equivalents (ECE). Kandungan GAE digunakan untuk mengobati gejala penyakit hati dan diabetes. Sementara, flavonoids membantu meningkatkan peredaran darah sehingga menurunkan tekanan darah dan menyehatkan jantung.
Menurut American Association for the Advancement of Science, meneguk hot chocolate bisa membuat pikiran lebih fokus. Kehadiran flavonoid meningkatkan peredaran darah dan membawa oksigen ke otak, dimana hal ini dianggap bisa mencegah penyakit demensia.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN