Banyak Konsumsi Alkohol Ternyata Hambat Penyembuhan Tulang

Banyak Konsumsi Alkohol Ternyata Hambat Penyembuhan Tulang

- detikFood
Selasa, 08 Okt 2013 18:26 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi alkohol banyak dikaitkan dengan pengeroposan tulang. Tim peneliti di Amerika Serikat menemukan kaitan antara konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dengan penyembuhan tulang dan sel.

Masalah ini bisa menjadi sangat serius saat seseorang sudah menjadi peminum berat saat masa remaja, karena masa itu tubuh menyimpan kalsium dalam tulang untuk jangka waktu panjang. Studi ini dilakukan oleh Loyola University Medical Center di Maywood, Illinois dan dipresentasikan di American Society for Bone and Mineral Research 2013 Annual Meeting.

β€œBanyak kasus patah tulang disebabkan oleh kecelakaan dan jatuh yang disebabkan oleh alkohol, sebagai tambahan pemicu patah tulang, alkohol juga terbukti bisa menghalangi proses penyembuhan,” tutur Dr. Roman Natoli selaku kepala peneliti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dalam Live Science (08/10/2013) tim peneliti menguji efek ini pada tikus laboratorium yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu telah mengkonsumsi alkohol setara dengan tiga kali batasan aman untuk menyetir dan grup lainnya tidak diberikan alkohol.

Tim peneliti menemukan perbedaan antara grup tanpa alkohol dan grup yang sudah terpapar alkohol berada di jaringan keras disekitar tulang patah bernama callus. Pada tikus yang sudah terpapar alkohol, callus kurang dimineralisasi yang berarti tulang yang akan terbentuk tidak terlalu banyak dan kuat.

Tikus yang mengonsumsi alkohol mengalami tanda oxidative stress, proses yang memproduksi senyawa kimia bernama radikal bebas pemicu kerusakan fungsi sel. Di luar itu, grup tersebut mempunyai kadar protein osteopontin dan SDF-1 yang rendah, keduanya berperan untuk merekrut sel utama ke bagian yang cedera.

Sebelumnya, sebuah studi membuktikan konsumsi alkohol cukup baik untuk kekuatan tulang. Studi yang diterbitkan di jurnal Menopause menemukan minum alkohol satu kali sehari bisa mengurangi pengeroposan tulang pada wanita diatas 50 tahun.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads