Studi ini dilakukan oleh University of Eastern Finland yang melibatkan 4000 remaja. Tim peneliti mengikuti partisipan dari sejak lahir hingga umur 16 tahun untuk mengidentifikasi faktor awal obesitas.
Dilansir dalam Daily Mail (08/10/2013) Penelitian ini juga menginvestigasi hubungan antara kondisi tubuh dan frekuensi makan. Hasil penelitian menyatakan remaja perempuan dan laki-laki yang selalu mengonsumsi makanan empat hingga lima kali sehari mempunyai risiko lebih rendah mengidap obesitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi juga menemukan ibu yang mengalami kenaikan berat badan lebih dari tujuh kilogram pada 20 minggu pertama kehamilan meningkatkan risiko obesitas pada anak. Tapi, obesitas sebelum hamil juga tidak kalah berbahayanya dan obesitas pada ayah juga tak kalah pentingnya.
Risiko obesitas sangat tinggi pada remaja yang orangtuanya kelebihan berat badan dengan BMI 25 atau lebih selama jangka waktu 16 tahun. βPenemuan ini menegaskan pentingnya peranan seluruh keluarga untuk mencegah obesitas pada anak. Selain itu, penting untuk waspada terhadap faktor genetis yang bisa dirubah dengan perubahan pola makan,β tutur Anne Jaaskelainen selaku kepala peneliti.
Obesitas telah dihubungkan dengan beberapa penyakit serius seperti risiko terserang diabetes tipe 2, asma, dan kesulitan bernafas saat tidur. Hasil penemuan ini dipublikasikan di International Journal of Obesity, International Journal of Obstetrics and Gynaecology, Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases, dan PLOS One.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN