Dibanding Pemakan Daging, Vegetarian Terbukti Lebih Ramping

Dibanding Pemakan Daging, Vegetarian Terbukti Lebih Ramping

- detikFood
Senin, 07 Okt 2013 11:15 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pola makan vegetarian diketahui lebih menyehatkan. Bahkan diketahui bisa hidup lebih lama dibandingkan dengan mereka yang makan daging. Selain itu, vegetarian juga bisa mempertahankan berat badannya dengan mudah.

Sebuah studi baru dari Loma Linda University, menghubungkan antara jenis diet dan berat badan. Hasilnya para pelaku vegetarian atau yang berdiet vegetarian memiliki indeks massa tubuh lebih rendah dibandingkan dengan non-vegetarian.

Menariknya, tim peneliti menemukan hubungan yang berbeda. Meskipun dalam satudi ini masing-masing kelompok memiliki asupan kalori yang sama. Dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics disebutkan jika studi ini juga didasarkan pada data dari Adventist Health Study 2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isinya meliputi data makanan dari lima kelompok yaitu kelompok pemakan daging, semi vegetarian (sesekali makan daging), pesco vegetarian (vegetarian yang makan ikan, lacto-ovo vegetarian (vegetarian yang mengonsumsi susu) dan vegan (yang tidak mengonsumsi produk hewani). Data dikumpulkan antara tahun 2002 dan 2007 sebanyak 71.751 orang dengan rata-rata usia 59 tahun.

Masing-masing pelaku diet memiliki asupan kalori yang sama yaitu 2.000 kalori per hari. Tapi lain halnya dengan pelaku semi vegetarian yang hanya mengonsumsi 1.707 kalori per hari.

Para peneliti menemukan bahwa rata-rata BMI tertinggi dimiliki oleh mereka yang berdiet semi vegetarian dan lebih banyak yang mengalami obesitas yaitu 33,3 persen. Bagi pelaku vegan cenderung lebih sedikit yang mengalami obesitas sekitar 9,4 persen. Sekitar 24 persen dari semi vegetarian yang menderita obesitas, 17,9 persen dari pesco vegetarian dan 16,7 persen dari lacto-ovo vegetarian yang mengalami obesitas.

Meskipun jumlah asupan kalorinya sama di semua kelompok, namun jenis nutrisi yang dikonsumsi berbeda-beda. Seperti pemakan daging cenderung lebih sedikit mengonsumsi protein nabati, beta karoten, serat dan magnesium, tapi lebih banyak konsumsi lemak yang bisa menyebabkan penyakit jantung.

Dari hasil studi ini berhasil membuktikan jika pola makan sangat mempengaruhi berat badan. Tak heran jika mereka yang sedikit mengonsumsi makanan berlemak cenderung lebih sulit untuk menurunkan berat badan meski asupan kalorinya lebih sedikit.

(dyh/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads