Baru Seminggu Diet Sudah Gagal? Ini Penyebab dan Trik Mengatasinya

Baru Seminggu Diet Sudah Gagal? Ini Penyebab dan Trik Mengatasinya

Fitria Rahmadianti - detikFood
Rabu, 02 Okt 2013 16:28 WIB
Baru Seminggu Diet Sudah Gagal? Ini Penyebab dan Trik Mengatasinya
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak orang ingin berdiet, namun sedikit yang sanggup menjalankannya dalam waktu lama. Karena diet diasosiasikan dengan penyiksaan, banyak yang akhirnya menyerah di tengah jalan. Apakah Anda salah satunya?

Survei di Inggris membuktikan bahwa dua dari lima orang berhenti berdiet dalam waktu seminggu. Satu dari lima orang bertahan selama sebulan saja, sementara 20% orang hanya sanggup hingga tiga bulan. Inilah lima alasan kegagalan diet paling umum beserta cara mengatasinya, seperti dilansir situs Health (24/09/13):

1. Tubuh menolak

Foto: Thinkstock
Diet drastis atau terlalu ketat dapat memicu ketidakstabilan suasana hati, sakit kepala, kelelahan fisik dan mental, lekas marah, gangguan pencernaan, serta sulit berkonsentrasi dan mengingat. Coba ingat-ingat, apa penyebabnya. Bisa jadi karena terlalu sedikit kalori atau karbohidrat yang dikonsumsi. Kuncinya, berdietlah dengan tepat, tak terlalu sedikit juga tak terlalu banyak.

2. Lapar

Foto: Thinkstock
Tak kuat menahan lapar adalah salah satu kendala terbesar diet. Lapar kronis umumnya menandakan bahwa diet Anda tak seimbang atau tak cukup, sehingga menyebabkan tubuh menyimpan energi dan menolak penurunan berat badan.
Untuk mencegahnya, konsumsilah makanan yang mengenyangkan lebih lama seperti ikan, polong-polongan, buah, sayur, alpukat, dan kacang-kacangan. Pilih makanan yang bervolume besar namun minim kalori, seperti buah dan sayur tinggi air serta popcorn.

3. Ngidam

Foto: Thinkstock
Saat sedang berdiet, tiba-tiba kita ngidam ayam goreng dengan tepung renyah. Hal ini bisa merusak diet. Untuk itu, buanglah mentalitas 'semua atau tidak sama sekali'. Jangan berpikir jika melanggar diet sedikit, Anda harus membatalkan semua diet. Seminggu sekali, misalnya, Anda bisa berbagi dessert dengan teman atau membeli satu kue dari bakery, bukan satu boks. Anda juga bisa ngemil makanan bernutrisi seperti selai almond, alpukat, atau dark chocolate.

4. Tekanan sosial

Foto: Thinkstock
Saat berkumpul bersama teman dan keluarga, terkadang sulit menolak tawaran makan atau minum karena sedang berdiet. Mereka sering mengompor-ngompori kita untuk makan banyak. Selain itu, sebuah riset juga menemukan bahwa teman yang makan bersama menyantap lebih banyak dibanding jika mereka makan bersama orang asing. Triknya, hindari membuat acara berkumpul sambil makan-makan. Selain itu, beri penjelasan konkret mengapa berdiet penting bagi Anda dan mintalah dukungan.

5. Emosi

Foto: Thinkstock
Sejak lahir kita telah diprogram untuk menggunakan makanan secara emosional. Contohnya adalah perayaan, pembuktian rasa peduli dan rasa sayang, serta mencari kenyamanan dengan makanan. Emosi yang kuat memang cenderung meredam pikiran rasional dan menjauhkan kita dari pertimbangan akan konsekuensi tindakan. Memang sulit dan butuh waktu, namun Anda bisa mengubahnya dengan melakukan meditasi, yoga, atau belajar mengendalikan emosi.
Halaman 2 dari 6
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads