Studi yang dilakukan tim peneliti Iowa State dan Cornell University menemukan seseorang cenderung menuangkan wine lebih banyak saat gelas berbentuk lebih lebar. Selain itu, konsumsi wine berlebihan bisa dipicu oleh gelas yang kontras dengan warna wine.
Studi ini melibatkan 73 partisipan yang meneguk setidaknya satu gelas wine seminggu. Semua partisipan diminta untuk menuangkan segelas wine di beberapa keadaan yang telah diatur para peneliti.
Misalnya, peneliti sengaja membuat dua buah ruangan berukuran kecil dan besar untuk melihat apakah antisipasi tersajinya makanan berpengaruh. Partispan juga diminta menuangkan wine ke gelas saat ditaruh di meja dan saat dipegang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSeseorang cenderung lebih berfokus pada tolak ukur secara vertikal dari horizontal. Hal tersebut yang menyebabkan partisipan meneguk wine lebih sedikit dari gelas yang meninggi, karena mereka pikir sudah minum banyak,β tutur Laura Smarandescu, kepala peneliti dari Iowa State University. Studi ini diterbitkan di jurnal Substance Use and Misuse.
Menurut National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, standar minum table wine disarankan 147 ml, 118 ml fortified wine (port atau sherry), dan 354 ml bir reguler. Konsumsi minuman alkohol per hari untuk wanita disarankan hanya satu gelas sementara pria dua gelas.
Meneguk wine dalam jumlah cukup diketahui memiliki banyak manfaat seperti melindungi kulit dari sinar matahari, penurunan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol. Tapi, sebuah studi menyatakan manfaat ini tidak akan terlihat pada penderita obesitas.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN