Ulasan Khusus: Es Krim

The Ice Cream Diet, Makan Es Krim untuk Turunkan Berat Badan

- detikFood Selasa, 03 Sep 2013 17:53 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Es krim biasanya menjadi musuh orang-orang yang berdiet. Camilan satu ini memang sering bikin ngidam, namun kandungan lemak, gula, dan kalorinya tinggi. Anehnya, pola diet satu ini justru menganjurkan kita mengonsumsi es krim!

Holly McCord, M.A., R.D., editor nutrisi di majalah Prevention, meluncurkan buku 'The Ice Cream Diet' pada 2002. Ia mengklaim bahwa kita boleh menyantap es krim dalam porsi sedang setiap hari selama kita menyantap makanan sehat dan rendah kalori saat sarapan, makan siang, dan santap malam.

Seperti dikutip dari situs Livestrong (02/06/11), cara menerapkan diet ini adalah dengan mengonsumsi total 1.500 kalori per hari untuk wanita dan 2.000 kalori untuk pria. Jumlah ini didapat dari konsumsi 1.250 kalori (wanita) atau 1.625 (pria) ditambah satu porsi es krim setiap hari.

Contoh makanan yang dianjurkan oleh McCord adalah setengah bagel dengan krim keju serta semangkuk salad buah untuk sarapan. Di siang hari, Anda bisa menyantap dua iris daging sapi panggang dengan selada, tomat, dan mayones rendah lemak.

Kalau mulai lapar, Anda bisa ngemil susu rendah lemak dan buah. Malam harinya, sepotong pizza sayuran dan salad bisa dikonsumsi. Selain anjuran pola makan, di buku ini juga terdapat resep, diet harian, dan nilai gizi merek-merek es krim favorit.

McCord berpendapat bahwa The Ice Cream Diet bisa menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko kanker usus besar, serta mengurangi gejala PMS. Pasalnya, susu kaya akan kalsium.

Diet ciptaan McCord memang terdengar menggiurkan sekaligus meyakinkan karena penulis buku 'The Peanut Butter Diet' ini adalah anggota American Dietetic Association. Selain itu, The Ice Cream Diet juga cenderung bisa dipertahankan daripada diet sup kol.

Namun, menurut Livestrong, tetap saja The Ice Cream Diet tergolong fad diet alias diet yang tak baik untuk jangka panjang. Pola diet ini menyarankan konsumsi 1.500 kalori untuk semua orang. Padahal, kebutuhan kalori setiap orang berbeda.

Rahasia penurunan berat badan sebenarnya adalah defisit kalori. Jika kita bisa membakar lebih banyak kalori daripada yang kita konsumsi, baik dengan memakan es krim maupun tidak, berat badan kita akan turun.

Daripada mengikuti pola makan ketat, fokuslah menyantap aneka buah dan sayuran segar, protein rendah lemak, dan padi-padian utuh dalam jumlah sedang setiap makan. Saat ingin memanjakan diri, konsumsilah 100-200 kalori camilan favorit Anda.

"Kalau sedang tidak mood, jangan makan semangkuk es krim hanya karena camilan ini tersedia. Kombinasikan pola makan sehat dengan olahraga harian untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan tubuh ramping, bahkan jika Anda sesekali ngemil," tulis Livestrong.



(fit/odi)