Nanopartikel adalah salah satu zat yang dicampur pada pestisida dan digunakan oleh petani. Namun kini, nanopartikel dalam bentuk nanopartikel perak sudah dicampurkan pada sayur dan buah-buahan segar, makanan siap saji, dan makanan impor.
Tak hanya disuntikkan pada kulit buah-buahan saja, nanopartikel perak kini juga sudah diinjeksikan pada pembungkus makanan agar lebih tahan lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 4 hari sering dibersihkan dan digosok-gosok, buah pir tersebut ternyata tidak busuk sama sekali. Bagian kulitnya tetap terlihat segar, berwarna cerah, dan kuat. Hal ini sudah pasti membuktikan bahwa buah pir tersebut sudah diinjeksi nanopartikel yang sangat kecil hingga dapat menembus bagian dalam buah pir dan membuatnya menjadi tahan lama.
Jika terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung nanopartikel sepeti itu, kesehatan bisa terganggu. Nanopartikel akan diserap dengan mudahnya saat dicerna, lalu masuk ke aliran darah dan dialirkan kesistem getah bening. Bisa memicu penyakit serius seperti otak, hati, jantung, dan limpa.
Agar tidak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang diinjeksi nanopartikel perak, sebaiknya lebih teliti lagi dalam memilih sayuran dan buah-buahan segar. Caranya, jangan pilih sayur atau buah yang warnanya terlalu cerah, tidak ada cacat sama sekali pada kulitnya, tidak ada bekas gigitan ulat pada bagian daun sayur, dan terlihat sangat segar.
Jika sayuran dan buah-buahan tersebut tahan dalam beberapa hari meski ada pada suhu ruangan dan dicuci berkali-kali, bisa jadi sudah terinjeksi nanopartikel. Sebaiknya segera membuangnya.
(/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN