Kurang Tidur Bisa Picu Makan Junk Food Lebih Banyak

Kurang Tidur Bisa Picu Makan Junk Food Lebih Banyak

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Minggu, 25 Agu 2013 14:02 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Restoran junk food selalu menawarkan menu baru yang menggiurkan. Meski banyak juga yang menghindari makanan ini, namun keinginan untuk makan junk food jadi bertambah jika sulit tidur.

Hidangan cepat saji yang menggiurkan seperti kentang goreng, ayam goreng, pizaa dan burger berhasil memikat selera makan banyak orang. Menurut beberapa studi makanan ini diyakini sebagai pemicu masalah kesehatan seperti obesitas hingga diabetes.

Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini berhasil menghubungkan konsumsi junk food dengan gangguan tidur. Mereka mengungkapkan bahwa kurang tidur cenderung membuat seseorang menginginkan makan junk food.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para tim peneliti dari UC Berkeley, California, telah menscan otak 23 orang responden dewasa muda yang sehat. Petama scan dilakukan setelah tidur malam menggunakan Functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI).

Kabarnya tim peneliti mengukur aktivitas otak para reponden dengan melihatkan 80 gambar makanan dan diberi nilai keinginan mereka untuk memakannya. Mathew Walker, seorang penulis penelitian, mengungkapkan bahwa makanan berkalori tinggi cenderung dipilih para responden yang mengalami kurang tidur.

Seperti dilansir TimesofIndia (25/08/2013), studi inipun dikabarkan telah diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, beberapa waktu ini.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads