Perbanyak Makan Sayuran Hijau Agar Bebas Nyeri Punggung

Perbanyak Makan Sayuran Hijau Agar Bebas Nyeri Punggung

- detikFood
Jumat, 23 Agu 2013 18:06 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi makanan punya pengaruh besar akan kondisi kesehatan. Tak terkecuali dengan kesehatan punggung yang dipicu oleh kondisi stress, hamil ataupun kegemukan. Perbanyak makan sayuran hijau rupanya bisa mencegah nyeri di bagian punggung!

Menurut situs NHS Choice, nyeri punggung disebabkan oleh beberapa hal, dari kegemukan, stress, kegemukan, hingga terlalu lama menyetir, duduk membungkuk, juga sering membawa beban berat. Selain mengonsumsi obat-obatan, kondisi ini juga bisa diredakan dengan rajin mengonsumsi makanan sehat, salah satu jenisnya adalah sayuran hijau.

Ahli kesehatan punggung asal Los Angeles, Dr. Mark Darrow mengungkap jika kuncinya adalah memperbaiki pola makan. Tak hanya bergantung pada obat, namun juga memperhatikan isi kulkas serta dapur, dan mengisinya dengan makanan sehat. Iapun merekomendasikan untuk memperbanyak minum air, menu berprotein, juga sayuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti di Michigan State University juga menemukan senyawa yang mencegah inflamasi dalam sayuran. Seperti dimuat dalam situs CBS Miami, jenisnya antara lain kale, bayam, brokoli, juga buah berry dengan warna gelap. Untuk sayuran, semakin warna hijaunya dominan, maka semakin baik pula sayuran tersebut dikonsumsi.

Jenis minyak zaitun, teh hijau, juga buah dan sayuran berwarna cerah juga bisa meminimalisir inflamasi, dan membantu kendalikan kondisi nyeri punggung dan pegal. Sebaliknya, makanan olahan haruslah dihindari, karena bisa memicu inflamasi.

Jenis makanan yang direkomendasikan antara lain sayuran hijau, ragam jenis buah berry, juga menu tinggi protein. Makanan olahan, beralkohol, bertepung, bergula dan mengandung susu juga harus dikurangi karena bisa memicu inflamasi.

"Lemak jahat bisa memicu inflamasi. Sebaliknya, asam lemak yang terdapat dalam ikan salmon, walnut, dan sarden diketahui bisa mencegah inflamasi," jelas Dr. Jason Hymes, ahli kesehatan tulang dari Los Angeles, seperti dilansir dari CBS Miami.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads