Bau mulut dikenal dengan istilah halitosis dalam dunia medis. Hal ini sering disebabkan oleh akumulasi hidrogen sulfida di lidah. Senyawa inilah yang bertanggung jawab atas bau menusuk dari telur busuk, gunung berapi, dan kotoran.
Sel-sel mati, bakteri, dan sisa makanan bertumpuk di lidah seperti kotoran berakumulasi di kulit. Wujudnya seperti selaput putih yang membuat lidah terasa seperti 'berbulu'. Selaput itu adalah lapisan kotoran yang membusuk dan berbau hidrogen sulfida.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah pembentukan selaput putih, ada cara lain selain rajin menggosok gigi, yakni sarapan. Makanan yang dikunyah hingga menjadi gumpalan (bolus) dapat mengikis selaput di lidah Anda saat bersantap.
Karena kotoran sebagian besar berakumulasi saat kita tidur, sarapan adalah waktu makan yang paling penting untuk memecah lapisan tersebut sebelum tertelan. Minuman atau makanan cair tak cukup untuk membersihkan selaput tersebut.
Rocket News 24 (15/08/13) menyarankan kita makan nasi, roti, atau bagel. Kalau terbiasa makan buah, nanas atau kiwi bisa dicoba. Keduanya mengandung enzim yang bisa memecah selaput tersebut. Setelah sarapan, Anda bisa menggosok gigi dan memakai alat pembersih lidah.
Stres seperti saat gugup presentasi juga bisa membuat mulut mengering dan meningkatkan efek halitosis. Untuk mengatasinya, tempatkan sesendok teh hijau bubuk di bagian tengah lidah, lalu gosokkan dengan lidah ke langit-langit mulut. Seluruh bagian lidahpun tertutupi bubuk teh.
Cara ini bisa dilakukan karena polifenol dalam daun teh menghambat bakteri penyebab bau mulut lebih baik daripada permen mint dan menggosok gigi. Wah, bisa dicoba!
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN