Kebanyakan Makan? Atasi dengan Banyak Konsumsi Buah

Kebanyakan Makan? Atasi dengan Banyak Konsumsi Buah

Flora Febrianindya - detikFood
Jumat, 09 Agu 2013 11:29 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Hari raya tak pernah bisa lepas dari tradisi makan besar. Banyak orang kalap makan menu lezatnya yang didominasi bahan santan dan daging. Agar tak merasa bersalah, sebaiknya imbangi dengan makan buah!

Ragam menu lezat didominasi santan dan daging tak pernah absen. Ditambah lagi dengan aneka jenis kue kering lezat. Buat sebagian orang, terlalu banyak mengonsumsi menu ini tak baik bagi kesehatan, juga merusak diet. Karenanya, banyak mengonsumsi buah bisa jadi peredanya.

Beberapa jenis buah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi antara lain buah berry, anggur, juga kiwi. Seperti dimuat dalam situs Eating Well, buah dengan kandungan antioksidan tinggi bisa membantu cegah kerusakan akibat radikal bebas usai menyantap makanan berlemak dan berkalori tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeruk juga diakui bisa menurunkan efek dari terlalu banyak makan makanan berlemak. Seperti diteliti The American Journal of Clinical Nutrition, dan dimuat dalam Eating Well, Di dalamnya terdapat flavonoid yang bisa menurunkan efek kerusakan pada jantung setelah makan makanan berlemak dan berkalori tinggi.

Diungkapkan jika orang yang sarapan dengan menu berlemak dan berkalori tinggi dan minum jus jeruk juga memiliki tingkat radikal bebas lebih rendah. Dibanding mereka yang minum air putih ataupun minuman dengan tambahan pemanis.

Selain itu, ada lagi jenis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi. Jangan sepelekan aneka bumbu masak, karena memiliki peran tinggi dalam menurunkan efek buruk dari konsumsi makanan berlemak dan kalori berlebih. Jenisnya antara lain oregano, kayu manis, kunyit, lada hitam, juga bawang putih bubuk.

Media Huffington Post juga memuat hasil penelitian yang diungkap dalam The Journal of Nutrition tahun 2011. Dikatakan jika partisipan penelitian yang mengonsumsi menu yang mengandung 2 sendok makan rempah memiliki tingkat antioksidan yang lebih tinggi, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads