Studi yang dilakukan University of East London School of Psychology di Inggris ini melibatkan 34 partisipan dewasa. Mereka berpuasa makanan atau minuman mulai 21.00 dan datang ke laboratorium keesokan harinya untuk tes. Para partisipan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama ditawarkan sereal bar untuk sarapan bersama air putih dan kelompok lainnya tanpa air putih.
Untuk tes reaksi, partisipan harus menekan tombol saat mereka melihat obyek di layar komputer. Hasil menunjukkan waktu reaksi 14 persen lebih cepat di antara grup yang meminum tiga gelas air (775 ml) terlebih dahulu dibandingkan grup yang tidak minum sama sekali sebelum tes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βIni mungkan karena proses psikologis dari minum atau tidak minum air mempengaruhi performa pada tugas berbeda dalam cara yang berbeda,β tutur Caroline Edmonds selaku kepala peneliti kepada LiveScience (17/07/2013).
Bagaimanapun, konsumsi air putih tidak selalu meningkatkan fungsi kognitif. Dalam tes berbeda tentang pembelajaran aturan, partisipan menunjukkan hasil lebih baik jika mereka tidak minum air sebelum ujian. Tapi, tim peneliti mengakui penelitian selanjutnya diperlukan untuk menjelaskan manfaat baik dan buruk minum air putih.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN