Seperti dilansir Times of India (14/07/2013), sebuah penelitian yang dilakukan oleh Purdue University di Amerika Serikat menemukan bahwa, orang yang sering konsumsi minuman bebas gula seperti cola diet cenderung mengalami obesitas, diabetes dan penyakit jantung.
Meski diyakini tidak menggunakan gula, namun rasa manisnya berasal dari pemanis buatan seperti aspartam, sukrosa dan Acesulfame K. Tentunya ketiga pemanis buatan ini akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Pemanis ini juga diyakini bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya dalam jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sukrosa umum digunakan sebagai pemanis roti atau suplemen diet. Rasanya 600 kali lebih manis dibandingkan gula tebu. Sukrosa tidak baik jika dikonsumsi terlalu banyak, pasalnya bsia menyebabkan kerusakan hati dan ginjal juga menyebabkan kram perut dan diare.
Jenis pemanis buatan ini juga bisa menyebabkan ketagihan dan kadar glukosa dalam tubuh jadi cepat meningkat. Dalam jangka panjang, pemanis buatan ini akan menimbulkan masalah kesehatan, karena itu konsumsi secukupnya saja.
Pemanis buatan bernama Acesulfame K sering digunakan untuk penamis suplemen diet dan makanan penutup. Rasanya 200 kali lebih manis dibandingkan gula tebu, pemanis ini pun dianggap tidak menyehatkan karena memiliki efek samping seperti sakit kepala dan depresi.
Selain itu, Acesulfame K bisa merangsang pelepasan insulin dan membingungkan sinyal rasa kenyang sehingga menyebabkan nafsu makan berlebih. Untuk menghindari terjadinya masalah kesehatan, tim peneliti menganjurkan untuk menghindari penggunaan pemanis buatan dan mengurangi asupan gula.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN