Puasa juga menjadi ritual dalam agama Kristen dan Yahudi. Bahkan dalam agam Islam, puasa menjadi salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan.
Penelitian ilmiah tentang manfaat kesehatan dari puasa sudah dimulai sejak pertengahan tahun 1930-an. Saat itu Clive McCay dan rekan-rekannya mempublikasikan makalah tentang asupan dengan batasan kalori pada tikus di laboratorium. Hasilnya, tikus-tikus tersebut tidak mengalami malnutrisi dan umurnya justru bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain umur yang bertambah, tikus-tikus yang diberi batasan kalori juga memiliki kemungkinan kecil terserang kanker. Dari sinilah ilmu pembatasan kalori atau Calorie Restriction (CR) lahir.
Sejak saat itu, ratusan studi telah menunjukkan bahwa CR memperlambat penuaan, tidak hanya pada tikus, tetapi juga pada lalat, cacing, dan ikan. Pada tikus, hasil penelitian menunjukkan bahwa CR tidak harus terus-menerus dilakukan. Ternyata dengan kebiasaan puasa pun dampaknya sama. Hal inilah yang mungkin terjadi pada manusia.
Penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung juga jarang terjadi pada kelompok tikus yang diberi CR. Hal ini dikarenakan jantung mereka lebih muda dan elastis.
Bagaimana dengan manusia? Studi CR pada manusia, seperti studi Calerie menunjukkan bahwa CR bisa menurunkan berat badan, dan menurunkan risiko penyakit jantung serta diabetes. Namun, sayangnya sejauh ini studi Calerie hanya melibatkan orang gemuk.
Dalam penelitian lain, delapan relawan tinggal selama dua tahun di Biosphere, yaitu lahan ekologi mini dunia seluas 3 hektar. Merekapun secara tidak sengaja mengalami CR. Hasilnya, berat badan mereka berkurang 20 persen dan ada penurunan tekanan darah, gula darah, insulin, dan kolesterol.
Menurut Perminder Sachdev, MD, PhD dari University of New South Wales (UNSW) di Australia, sejauh ini kita tidak bisa memastikan bahwa CR bisa memperpanjang umur. Namun CR cenderung menghasilkan manfaat kesehatan yang signifikan, sehingga memungkinkan seseorang mencapai usia maksimum dalam keadaan relatif sehat, termasuk otak yang sehat tanpa demensia.
Sachdev juga menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan, kacang, dan dark chocolate dalam jumlah yang tidak berlebihan agar asupan kalori tetap rendah. Menurutnya, puasa merupakan salah satu cara untuk mengurangi jumlah asupan kalori.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN