Studi yang ditulis oleh seorang Profesor di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat ini dipublikasikan di jurnal Trends in Endocrinology and Metabolism. Laporan tersebut menyebutkan minuman dari pemanis buatan, memberikan pengaruh terhadap kesehatan tubuh sama seperti peminum soda reguler. Tetapi, juga memicu masalah kesehatan serius jangka panjang.
βDalam banyak cara, pemanis buatan telah memberikan sinyal membingungkan untuk tubuh hanya karena bahan tersebut tidak mengandung kalori,β tutur Susan Swithers, kepala departemen psychological sciences and ingestive behavior research center di Purdue University kepada Fox News (11/07/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSaat tubuh merespon gula secara normal, secara otomatis akan mengeluarkan sinyal bahwa konsumsi kalori dan gula telah terjadi, sehingga tubuh akan melepaskan hormon yang perlu dipersiapkan sehingga menghindari lonjakan gula darah dan makan berlebih,β tambah Susan.
Saat seseorang mengonsumsi sesuatu yang manis tapi tidak mengandung gula asli dan tanpa kalori, hal tersebut bisa membingungkan respon mekanisme tubuh dalam jangka panjang. Dengan permasalahan respon tersebut, bisa menyebabkan makan berlebih dan kadar gula darah yang meningkat konsisten sehingga memicu diabetes tipe 2.
Namun, hasil studi ini tidak disetujui oleh American Beverage Association. βIni hanya opini, bukan penelitian ilmiah. Pemanis rendah kalori adalah bahan makanan yang paling banyak diteliti dan diulas. Bahan makanan tersebut aman dan efektif untuk menurunkan dan pengaturan berat badan, menurut penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun,β tutur juru bicara American Beverage Association.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN