Tambahan Buah dan Sayur pada Makanan Belum Tentu Kurangi Kalori

Tambahan Buah dan Sayur pada Makanan Belum Tentu Kurangi Kalori

- detikFood
Jumat, 05 Jul 2013 15:26 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Topping buah atau sayur dianggap bisa mengimbangi asupan kalori. Dalam sebuah penelitian terbaru banyak orang malah salah memperkirakan jumlah kalori sebuah hidangan saat diberikan topping sehat seperti buah atau sayur!

Studi yang dilakukan oleh Forbes ini akan dipublikasikan di Journal of Consumer Psychology. Partisipan diminta memperkirakan jumlah kalori hidangan sehat seperti salad dan tidak sehat seperti kue. Saat topping buah-buahan ditambahkan di atas kue, jumlah kalori yang diperkirakan para peserta menurun hingga 16 persen, lebih rendah daripada tanpa topping.

Seperti dilansir dalam Forbes (05/07/2013), hal ini karena, otak kita berpikir bahwa bahan makan sehat bisa mengurangi jumlah kalori saat ditambahkan ke dalam makanan berlemak. Terbukti, para partisipan lebih meremehkan jumlah kalori makanan tidak sehat, terutama saat diberikan topping yang sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, saat dihadapkan dengan perkiraan jumlah kalori dalam hidangan sehat, jumlah kalori yang diperkirakan malah kurang akurat. Partisipan cenderung tidak tahu apakah topping yang diberikan di atas salad sehat atau tidak.

Contohnya saat diminta membandingkan antara carrot cake dan chocolate croissant. Kebanyakan orang mengira carrot cake lebih rendah kalori dan lemak karena sayuran dimasukan sebagai bahan utama daripada chocolate croissant. Faktanya, rata-rata carrot cake mengandung 470 kalori (termasuk 22 gram lemak dan 62 gram karbohidrat), dibanding chocolate croissant dengan 300 kalori dan 31 karbohidrat.

Studi juga menemukan bahwa karena kecenderungan tersebut, para konsumen lebih memilih mengkonsumsi lebih banyak makanan tidak sehat saat disandingkan dengan makanan sehat. Hasil studi ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan Boston University.

Lewat studi yang dipublikasikan di Dietary Decoys tahun 2009, tim peneliti memberikan partisipan menu dari dua restoran. Mereka menawarkan kentang goreng, chicken nugget, dan kentang panggang, serta pilihan sama tapi dengan tambahan salad.

Tiga puluh tiga persen partisipan memilih menu yang disajikan bersama salad daripada kentang goreng, yang banyak dipandang sebagai makanan tidak sehat. Sebaliknya hanya 10 persen dari grup lainnya yang memesan kentang goreng.
(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads