Hal ini dijelaskan ahli nutrisi bersertifikat sekaligus konsultan pola makan asal Jepang, Natsuko Kasai. Dalam bukunya 'Sweet things are Bad for the Brain', wanita ini menjelaskan bahwa konsumsi kopi memiliki efek samping yang merugikan.
Kafein dalam kopi merangsang buang air kecil, sehingga Anda kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi. Akibatnya, darah mengental dan mengalir dengan lambat di pembuluh darah. Tubuhpun menggunakan oksigen dengan kecepatan yang lebih rendah, sehingga menyebabkan tubuh menjadi lesu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin banyak meminum kopi, semakin sering Anda buang air kecil. Kandungan air dalam tubuhpun terus berkurang dan menyebabkan aliran darah melambat. Anda jadi merasa lebih lelah daripada sebelumnya. Kondisi inipun terus berulang seperti lingkaran setan.
Terus menerus menambah asupan kafein membuat sistem saraf lelah sehingga saraf simpatik jadi kebal terhadap zat tersebut. Pada titik ini, meminum kopi jadi tak menambah energi lagi, melainkan hanya memenuhi kandung kemih saja.
Kasai menyarankan, minumlah air putih atau teh tanpa kafein sebagai teman begadang. Kalau ingin terjaga dalam waktu lama, jauhi minuman berkafein.
Hindari pula minuman yang banyak mengandung gula. Kadar gula darah yang naik-turun secara mendadak setelah mengonsumsi minuman tersebut dapat berdampak buruk pada kemampuan Anda untuk fokus.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN