Tim peneliti dari University of Missouri dan University of Illinois tidak menemukan adanya hubungan antara konsumsi minyak nabati dan tanda peradangan yang seringkali dihubungkan dengan penyakit seperti penyakit jantung dan kanker. Studi ini bertolak belakang dengan studi pada binatang yang menunjukkan diet kaya LA bisa meningkatkan peradangan.
Karena ingin membuktikan efek LA berbeda antara manusia dan hewan, tim peneliti mengamati lebih jauh 15 uji klinis pada hampir 500 partisipan dewasa saat mereka mengonsumsi berbagai macam lemak. Mulai dari sumber hewani hingga minyak nabati. Tim peneliti menemukan tidak ada bukti bahwa diet kaya LA menyebabkan peningkatan peradangan dalam tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan penemuan ini, tim peneliti menyatakan sangat penting untuk terus mengikuti rekomendasi terbaru dari Institute of Medicine and the American Heart Association. Saat memasak disarankan memakai minyak nabati dan setiap harinya mengonsumsi dua hingga empat sendok makan minyak nabati untuk mencukupi kebutuhan asam linoleic yang menyehatkan jantung.
βKonsumen terus dibombardir dengan peringatan tentang makanan yang harus dihindari, walaupun membatasi konsumsi lemak secara keseluruhan menjadi bagian asupan rekomendasi. Kami berharap masyarakat lebih nyaman memasak dengan minyak nabati,β tambah Fritsche. Studi berjudul Effect of Dietary Linoleic Acid on Markers of Inflammation in Healthy Persons: A Systematic Review of Randomized Controlled Trials ini akan diterbitkan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN