Studi yang dilakukan oleh University of Newcastle di Australia ini meneliti 137 partisipan dengan kondisi asma akut dan 65 orang dengan kondisi pernapasan sehat. Partisipan diminta mengisi kuisioner tentang diet mereka dan setelah itu dilakukan tes darah dan tes untuk mencari tanda peradangan.
Tim peneliti menemukan partisipan dengan asma akut mengonsumsi lima gram lemak lebih banyak dan lima gram serat lebih sedikit per harinya, dibandingkan dengan orang tanpa asma. Konsumsi lebih banyak lemak meningkatkan peradangan saluran napas yang berkaitan dengan gejala asma dan menurunkan reaksi bronchodilator (obat inhaler).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βHasil ini menunjukkan orang dengan kondisi asma dapat mengambil manfaat dari meningkatkan diet kaya serat dan menurunkan konsumsi makanan berlemak,β tutur Bronwyn Berthon selaku kepala studi di University of Newcastle kepada Live Science (12/05/2013).
Konsumsi makanan tinggi serat bisa menyeimbangkan pola makan orang dengan kondisi asma. Tidak mencukupi kebutuhan serat per hari dikatakan berhubungan dengan paru-paru yang tidak berfungsi dengan baik dan meningkatkan peradangan saluran pernapasan pada orang asma.
Hasl penemuan ini sudah diterbitkan di jurnal Respirology edisi April. Tapi, Berthon mengakui studi ini hanya meneliti hubungan, bukan sebab akibat antara konsumsi diet tertentu dan penyakit asma. Sebelumnya, beberapa studi menyatakan konsumsi makanan pahit bisa menyembuhkan penyakit asma.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN