Berdiet Dalam Kelompok Jauh Lebih Efektif dan Sukses

Berdiet Dalam Kelompok Jauh Lebih Efektif dan Sukses

- detikFood
Jumat, 07 Jun 2013 16:01 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat seseorang mencoba keras untuk menghindari pantangan makanan saat diet, otak akan semakin tertuju pada makanan tersebut. Sebuah tim peneliti dari Amerika Serikat justru menyatakan diet yang dalam grup jauh lebih efektif untuk meredam ngidam makanan.

Cara berdiet dengan sama sekali menghindari makanan yang diinginkan seperti cokelat bisa membuat otak terobsesi makanan tersebut. Tapi, tim peneliti juga menemukan dorongan terhadap makanan yang didamkan tidak akan terlalu kuat saat mereka mengetahui orang lain juga tidak bisa mengonsumsi makanan tersebut.

β€œHasil temuan kami menunjukkan bahwa saat seseorang dilarang berdekatan dengan obyek sehari-hari, pikiran akan terus berfokus pada objek tersebut. Karena otak kita memberikan perhatian yang sama terhadap objek yang dilarang sebagai milik pribadi,” tutur Grace Truong selaku kepala penulis dari University of British Columbia kepada Daily Mail (07/05/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi yang berjudul 'An unforgettable apple: Memory and attention for forbidden objects' melibatkan partisipan yang ditunjukkan beberapa gambar objek sehari- hari. Tim peneliti menentukan mana dari objek tersebut milik pribadi, orang lain, dilarang untuk mereka, atau dilarang untuk semua orang.

Untuk melihat reaksi partisipan, tim peneliti menggunakan scan otak dan tes memori. Mereka menemukan obyek yang dilarang justru dikenali sebagai obyek milik pribadi. Hal ini ditafsirkan sebagai tanda konsentrasi tinggi yang tidak perlu.

Hasil temuan terpenting selain itu adalah reaksi otak terhadap barang yang menjadi pantangan semua orang tidak terlalu berlebihan. Hal ini bisa menjelaskan mengapa teknik diet grup seperti Weight Watcher terbukti lebih sukses daripada diet sendiri.

β€œPenemuan terbaru ini membantu menjelaskan bagaimana otak memroses objek terlarang yang menghasilkan beberapa area otak malah terkonsentrasi terhadap objek itu semakin kuat. Hal ini akan jauh lebih sulit jika dilawan secara individual,” tutur Professor Todd Handy selaku anggota tim peneliti. Hasil penemuan ini dipublikasi di Cognitive, Affective and Behavioral Neuroscience.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads