Jarak Tempuh untuk Peroleh Makanan Sehat Pengaruhi Obesitas

Jarak Tempuh untuk Peroleh Makanan Sehat Pengaruhi Obesitas

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Jumat, 07 Jun 2013 15:26 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makanan berlemak dan manis diyakini sebagai penyebab utama obesitas. Ternyata jarak tempuh untuk mendapatkan makanan sehat juga bisa jadi pemicu timbulnya obesitas. Inilah yang dibuktikan melalui penelitian oleh para ahli.

Dibeberapa negara angka obesitas kian meningkat. Karena itulah mereka menetapkan aturan baru pengenai pola makan. Bahkan ada juga yang bekerjasama dengan produsen makanan untuk menjual produk rendah lemak, rendah garam dan rendah gula. Sayangnya kejadian obesitas bisa terjadi karena faktor lain.

Penelitian dari Drexel University School of Public Health, menemukan bahwa orang yang menempuh perjalanan sekitar 1,6 kilometer untuk membeli makanan sehat, kecil kemungkinannya untuk menjadi gemuk dalam waktu lima tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan mereka yang melakukan perjalanan setidaknya lebih dari 1,6 kilometer dari rumahnya untuk membeli makanan sehat, justru besar kemungkinan untuk menjadi gemuk. Pasalnya mereka cederung malas untuk pergi keluar dan lebih suka menyantap makanan siap saji di rumahnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity ini, melibatkan 4.008 orang dewasa dari enam kota di Philadelphia. Pada awal penelitian, para peserta tidak mengalami obesitas. Kemudian semua peserta diminta untuk memberikan informasi mengenai pilihan makanan sehat yang didapatkan dari lingkungan mereka.

Setelah penelitian dilakukan selama lima tahun, sebanyak 406 peserta menjadi obesitas. Terkait temuan ini, tim peneliti menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan pemilihan jenis makanan sehat di lingkungan rumah responden. Bahkan jarak tempuh untuk membeli makanan sehat juga mempengaruhi.

Hasil temuan ini serupa dengan penelitian yang tercantum dalam jurnal Diabetes Care. Orang-orang yang tinggal di daerah yang tidak kondusif untuk dilalui dengan berjalan kaki cenderung memiliki risiko diabetes lebih tinggi sekitar 50 persen. Sedangkan merekaa yang tinggal di daerah yang kondusif untuk berjalan kaki lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami obesitas.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads