Kelompok peneliti nutrisi di Islandia, Swedia, Denmark, Finlandia, Norwegia merancang diet sehat a la Nordic dari makanan lokal seperti herring, minyak canola, dan billberry. Tim peneliti menguji diet sehat ini kepada orang dengan kondisi metabolic syndrom dan membandingkannya dengan diet Nordic sehari-hari yang kaya daging merah dan roti putih.
Studi ini dibuat secara acak dan berjalan selama 18 hingga 24 minggu di tahun 2009 dan 2010. Tim peneliti merekrut 96 partisipan di grup diet sehat Nordic dan 70 partisipan di control group yang mengonsumsi diet Nordic sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk control group mengkonsumsi mentega sebagai ganti minyak canola, buah berri dan sayuran lebih sedikit. Partisipan juga tidak dibatasi konsumsi daging merah, roti putih, atau gula.
Dalam hasil yang dipublikasikan di jurnal European, Journal of Internal Medicine, tim peneliti tidak menemukan perubahan dalam tekanan darah atau sensitifitas insulin dalam grup yang menerapkan diet sehat Nordic. Tetapi, terlihat perubahan signifikan dalam kadar kolesterol jahat, sebagai salah satu tanda peradangan.
"Dalam jangka panjang, perubahan tanda peradangan ini bisa menurunkan risiko diabetes tipe dua 20-40 persen," tutur Lieselotte Cloetens, peneliti biomedical nutrition di Lund University, Swedia sekaligus co-author studi kepada Science Daily (03/06/2013).
Cloetens yakin diet sehat ini bisa bersaing dengan diet Mediterania yang sudah sangat populer. Namun, berhubung beberapa bahan makan kunci diet ini hanya berada di daerah Nordic, tim peneliti mengakui orang di luar daerah Nordic akan sulit menerapkan diet ini.
"Selanjutnya tim peneliti kami perlu meneliti apakah diet sehat Nordic bisa menurunkan berat badan dan menjaganya tetap seimbang," ujar Cloetens.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN