Diet Nordic Bisa Jadi Pengganti Diet Mediterania?

Diet Nordic Bisa Jadi Pengganti Diet Mediterania?

- detikFood
Senin, 03 Jun 2013 11:21 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Baru-baru ini tim peneliti dari daerah Nordic menyatakan diet dari bahan makanan lokal mereka juga tak kalah sehat dengan diet Meditarania. Mengangkat diet kaya buah beri dan ikan, diet Nordic ini juga bisa turunkan kadar kolesterol jahat dan diabetes.

Kelompok peneliti nutrisi di Islandia, Swedia, Denmark, Finlandia, Norwegia merancang diet sehat a la Nordic dari makanan lokal seperti herring, minyak canola, dan billberry. Tim peneliti menguji diet sehat ini kepada orang dengan kondisi metabolic syndrom dan membandingkannya dengan diet Nordic sehari-hari yang kaya daging merah dan roti putih.

Studi ini dibuat secara acak dan berjalan selama 18 hingga 24 minggu di tahun 2009 dan 2010. Tim peneliti merekrut 96 partisipan di grup diet sehat Nordic dan 70 partisipan di control group yang mengonsumsi diet Nordic sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Grup diet Nordic sehat mengonsumsi berbagai macam buah berry (anggur, billberry, dan strawberry), minyak canola, whole grains, umbi-umbian, dan tiga porsi ikan per minggu. Setelah itu, mereka boleh makan makanan vegetarian dan unggas, tapi tidak boleh mengkonsumsi daging merah. Para peneliti menyediakan beberapa bahan makanan kunci diet ini.

Sementara untuk control group mengkonsumsi mentega sebagai ganti minyak canola, buah berri dan sayuran lebih sedikit. Partisipan juga tidak dibatasi konsumsi daging merah, roti putih, atau gula.

Dalam hasil yang dipublikasikan di jurnal European, Journal of Internal Medicine, tim peneliti tidak menemukan perubahan dalam tekanan darah atau sensitifitas insulin dalam grup yang menerapkan diet sehat Nordic. Tetapi, terlihat perubahan signifikan dalam kadar kolesterol jahat, sebagai salah satu tanda peradangan.

"Dalam jangka panjang, perubahan tanda peradangan ini bisa menurunkan risiko diabetes tipe dua 20-40 persen," tutur Lieselotte Cloetens, peneliti biomedical nutrition di Lund University, Swedia sekaligus co-author studi kepada Science Daily (03/06/2013).

Cloetens yakin diet sehat ini bisa bersaing dengan diet Mediterania yang sudah sangat populer. Namun, berhubung beberapa bahan makan kunci diet ini hanya berada di daerah Nordic, tim peneliti mengakui orang di luar daerah Nordic akan sulit menerapkan diet ini.

"Selanjutnya tim peneliti kami perlu meneliti apakah diet sehat Nordic bisa menurunkan berat badan dan menjaganya tetap seimbang," ujar Cloetens.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads