Makanan Berlabel Sehat Cenderung Dikonsumsi Dalam Porsi Lebih Banyak

Makanan Berlabel Sehat Cenderung Dikonsumsi Dalam Porsi Lebih Banyak

- detikFood
Jumat, 24 Mei 2013 09:20 WIB
Foto: Fox News
Jakarta - Makanan berlabel lebih sehat semakin banyak ditemukan di pasaran. Kini, sebagian masyarakat cenderung memilih produk berlabel organik atau rendah lemak dibanding produk biasa. Harga yang relatif lebih mahal pun tak menjadi masalah.

Seperti dilansir dari Fox News (23/05/2013), penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang akan makan makanan berlabel β€œlebih sehat” dalam porsi lebih besar. Termasuk jika makanan tersebut memiliki jumlah kalori yang sama dengan makanan biasa.

β€œKebanyakan orang berpikir bahwa makanan berlabel sehat memiliki kalori yang rendah. Mereka pun cenderung makan dalam porsi yang lebih,” ujar Pierre Chandon, profesor pemasaran di INSEAD Social Science Research Center, Prancis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahpahaman ini menyebabkan orang makan dalam porsi yang lebih besar, dengan jumlah kalori berlebih dari makanan berlabel sehat.

Menurut Dr. Cliodhna Foley Nolan, direktur Human Health and Nutrition di Safefood Irlandia, produk makanan diberi label lebih sehat dengan beberapa alasan. β€œProdusen percaya bahwa label sehat akan mempengaruhi konsumen untuk mengonsumsi produk mereka lebih banyak,” ujarnya.

Nolan menilai, porsi makanan menjadi lebih besar dari tahun ke tahun. Safefood ingin meneliti apakah label sehat dan info nutrisi berperan dalam hal ini. Para peneliti pun meminta 186 orang dewasa untuk menilai porsi makanan yang tepat menurut mereka.

Salad coleslaw berlabel sehat disediakan lebih banyak dari salad coleswal biasa. Hasilnya, pria obesitas memilih 103 gram salad berlabel sehat dan 86 gram salad biasa. Faktanya, salad berlabel sehat memiliki jumlah kalori yang hampir sama dengan salad biasa, yaitu 224 kalori.

Chandon menilai, orang cenderung memberi stereotipe pada makanan yang mungkin sehat. Misalnya, produk β€œrendah lemak” dianggap sebagai makanan yang sehat dalam segala aspek.

Pada kenyataannya, makanan berlabel sehat tidak selalu rendah kalori. Menurut Chandon, orang mengonsumsi makanan berlabel sehat lebih banyak karena mereka tidak khawatir gemuk ketika makan makanan sehat dalam porsi lebih banyak.

β€œKami berpikir bahwa pemberian label sehat manjadi lisensi tertentu untuk orang makan berlebihan dan ini berbahaya,” ujar Foley Nolan. Ia merekomendasikan konsumsi buah dan sayur lebih banyak ketimbang makanan olahan, walaupun berlabel sehat.

β€œHanya memperhatikan label sehat tidak cukup, tapi lihat jumlah kalori dan nilai nutrisinya,” tambah Chandon.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads