Berdasarkan fakta tersebut, tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) meneliti lebih jauh efek pembatasan kalori terhadap kesehatan otak. Mereka melakukan serangkaian penelitian yang menguji apakah pembatasan kalori bisa memperlambat hilangnya sel saraf di otak dan mengubah proses pembelajaran dan memori.
βKarena penurunan kognitif dan neurodegeneration adalah tanda dari proses penuaan dan pembatasan kalori mungkin juga bisa bekerja dalam otak untuk memperlambat efek tersebut,β tutur Dr. Johannes GrΓ€ff dari Picower Institute for Learning and Memory di MIT kepada Fox News (23/05/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tiga minggu, peneliti menguji kemampuan belajar dan memori dalam setiap grup tikus untuk melihat apakah ada penurunan di kedua area kognitif. Tim peneliti menemukan grup tikus dengan diet normal mengalami penurunan signifikan dalan tes pembelajaran dan memori yang adalah tanda hilangnya sel saraf, daripada tikus yang dibatasi kalorinya.
Dalam tahap selanjutnya, peneliti lebih jauh mengamati otak kedua grup tikus dengan memanfaatkan protein bernama Sirtuin 1 (SIRT1) tanpa ada pembatasan kalori. Sama seperti fase pertama, tikus akan melalui kemunduran sel saraf secara cepat lalu diberikan dosis obat SIRT1.
Ternyata efek yang dihasilkan sama, tikus tersebut menunjukkan tingkat sel saraf yang hilang jauh lebih lambat dan tidak ada penurunan kemampuan belajar dan memori setelah periode waktu tiga bulan. Hasil studi ini dipublikasikan di The Journal of Neuroscience pada Rabu (22/05/2013) lalu.Β
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN